Suara.com - Motor jadi salah satu pilihan transportasi yang biasanya digunakan masyarakat Indonesia untuk pergi mudik. Akan tetapi, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melarang orang tua yang memiliki bayi agar tidak membawa anaknya pergi mudik menggunakan kendaraan roda dua tersebut.
Satgas Perlindungan anak IDAI dr. Hari Wahyu Nugroho, Sp.A(K)., mengatakan bahwa bepergian dengan motor selama mudik yang memakan waktu berjam-jam, berisiko untuk kesehatan bayi.
"Anak di bawah 2 tahun tidak boleh diajak berboncengan dengan roda dua di jalan raya," kata dokter Hari saat konferensi pers virtual IDAI, Selasa (4/4/2023).
Secara regulasi berkendara, memang tidak ada aturan mengenai larangan membawa bayi saat berkendara dengan motor. Tetapi, lanjut dokter Hari, bayi usia 0 sampai 12 bulan sebenarnya belum memiliki sistem motorik yang kuat. Selain itu, sistem imunnya juga masih rendah.
"Menurut saya, dari pertimbangan perkembangan motorik, seharusnya sampai usia 2 tahun memang sebaiknya tidak boleh untuk dibawa dengan menggunakan sepeda motor apabila memang dia berada di jalan raya," imbuhnya.
Ia menjelaskan bahwa dari secara sudut pandang kesehatan memaksa mudik dengan motor dan membawa bayi sama sekali tidak aman. Dari perkembangan motorik bayi di bawah 1 tahun, belum bisa berjalan dengan lancar juga kemampuan genggaman tangannya belum kuat.
"Pegangan yang kuat itu baru di sekitar 14 bulan, bagaimana dia bisa memfiksasi dirinya," ujarnya.
Selain itu, mudik dengan motor yang kemungkinan memakan waktu berjam-jam juga berisiko membuat bayi kedinginan hingga bisa hipotermia.
Sehingga mudik dengan mobil dinilai lebih aman bagi bayi, asalkan anak diletakan di car seat atau kursi pengaman anak. Sayangnya, dokter Hari juga menilai kalau menggunakan car seat juga belum menjadi kebiasaan oleh masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Ira Riswana Sebut Keluarga Tabrakan Manfaatkan Situasi: Ada Permintaan yang Tak Masuk Akal
Padahal, anak di bawah 10 tahun belum bisa menggunakan seat belt orang dewasa yang terpasang di mobil.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien