Suara.com - Perkembangan motorik adalah aspek penting dari tumbuh kembang bayi, mencakup kemampuan untuk bergerak dan mengontrol gerakan tubuh.
Dari penelitian yang dilakukan oleh New York University disimpulkan bahwa popok menimbulkan gangguan di antara kaki sehingga membuat anak sulit berjalan. Popok dapat mempengaruhi pergerakan kaki, keseimbangan, dan posisi anak saat belajar berjalan.
Popok dapat menghambat gerakan seorang anak berjalan karena menghasilkan “bulk” diantara kedua tungkai bawah yang menyebabkan anak kesulitan mengatur keseimbangan dan semakin memperberat wide stance (pijakan yang lebar) pada anak yang sedang belajar jalan.
Untuk itu, mengganti popok secara berkala sangat dianjurkan dan juga kenyamanan adalah kunci utama sehingga tidak membatasi gerak pinggul dan lutut anak. Oleh karena itu, PT Multi Medika Internasional Tbk, perusahaan yang fokus dalam produk daily dan personal care di Indonesia, mengumumkan kampanye baru.
Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya stimulasi tumbuh kembang motorik bayi dan pemilihan popok yang tepat.
"Kampanye ini diharapkan dapat membantu orang tua dalam memberikan perawatan terbaik bagi bayi mereka," kata CEO MMI, Mengky Mangarek dalam keterangannya baru-baru ini.
Selain stimulasi yang tepat, pemilihan popok yang sesuai juga berperan penting dalam mendukung kenyamanan dan kesehatan bayi. Popok yang baik harus memberikan kenyamanan maksimal, memiliki daya serap tinggi, dan bebas dari bahan kimia berbahaya yang dapat menyebabkan iritasi kulit.
"Popok yang nyaman dan aman sangat penting bagi kesehatan dan kenyamanan bayi. Popok kami dirancang dengan teknologi terbaru yakni teknologi Triple Core SAP untuk memastikan bayi tetap kering dan nyaman sepanjang hari, mendukung mereka untuk bergerak bebas dan aktif."
Baca Juga: Janda Di Musi Rawas Simpan Jasad Bayi Dalam Lemari, Polisi Selidiki
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem