Health / Konsultasi
Senin, 07 April 2025 | 09:55 WIB
Ilustrasi bayi (freepik.com/sutlafk)

Kaku di seluruh tubuh atau peningkatan tonus otot adalah gejala lain yang perlu diwaspadai pada bayi dengan kernikterus. Kondisi ini terjadi karena bilirubin yang menumpuk dapat merusak sel-sel saraf di otak yang mengontrol gerakan otot. Bayi yang mengalami kaku otot mungkin sulit digendong atau digerakkan.

5. Gangguan Pergerakan

Selain kaku otot, bayi dengan kernikterus juga dapat mengalami gangguan pergerakan lainnya, seperti gerakan yang tidak terkoordinasi, tremor, atau kesulitan mengontrol gerakan kepala dan anggota tubuh.

Gangguan pergerakan ini dapat mengganggu perkembangan motorik bayi dan menyebabkan kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

6. Tidak Mau Menyusu

Bayi dengan kernikterus seringkali mengalami penurunan nafsu makan dan enggan menyusu. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti rasa sakit atau ketidaknyamanan akibat kondisi medis yang mendasarinya, atau karena kerusakan pada otak yang mempengaruhi pusat pengendalian nafsu makan.

7. Menangis Melengking

Tangisan bayi dengan kernikterus seringkali terdengar lebih tinggi dan melengking dibandingkan dengan bayi normal. Tangisan yang tidak biasa ini dapat menjadi tanda adanya kerusakan pada sistem saraf pusat.

8. Mudah Mengantuk dan Lemas

Baca Juga: Bayi Baru Lahir Wajib Zakat Fitrah? Ini Hukum dan Cara Hitungnya

Bayi dengan kernikterus seringkali terlihat lebih lemas dan mudah mengantuk dibandingkan bayi normal. Hal ini dapat disebabkan oleh kerusakan pada otak yang mempengaruhi tingkat kesadaran dan aktivitas bayi.

Penting untuk diingat bahwa tidak semua bayi dengan kernikterus akan menunjukkan semua gejala di atas. Beberapa bayi mungkin hanya mengalami beberapa gejala, sementara bayi lainnya mungkin mengalami gejala yang lebih parah.

Oleh karena itu, sangat penting untuk segera membawa bayi Anda ke dokter jika Anda mencurigai adanya tanda-tanda kernikterus.

Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, kerusakan otak akibat kernikterus dapat dicegah atau diminimalkan.

Pentingnya Deteksi Dini

Kernikterus adalah kondisi yang serius dan dapat menyebabkan kerusakan otak permanen jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, deteksi dini menjadi sangat penting. Mengutip dari beragam artikel salah satunya pafipemkopangkalpinang.org  berikut adalah beberapa alasan mengapa deteksi dini kernikterus sangat krusial:

1. Mencegah Kerusakan Otak yang Lebih Parah

Bilirubin yang menumpuk dalam jumlah berlebihan di otak dapat merusak sel-sel otak secara permanen. Semakin lama bilirubin berada di otak, semakin besar kerusakan yang terjadi.

Dengan deteksi dini, penanganan dapat segera dilakukan untuk menurunkan kadar bilirubin dalam darah dan mencegah kerusakan otak yang lebih parah.

2. Meningkatkan Peluang Pemulihan

Semakin cepat kernikterus terdeteksi dan diatasi, semakin besar peluang bayi untuk pulih sepenuhnya atau dengan sedikit komplikasi. Penanganan dini dapat membantu mencegah terjadinya kerusakan otak yang progresif dan meningkatkan kualitas hidup bayi di masa depan.

3. Memungkinkan Intervensi yang Tepat

Dengan deteksi dini, dokter dapat memberikan intervensi yang tepat sesuai dengan kondisi bayi. Intervensi ini dapat berupa terapi fototerapi untuk membantu tubuh memecah bilirubin, transfusi darah, atau pemberian obat-obatan tertentu.

4. Meminimalkan Komplikasi Jangka Panjang

Komplikasi jangka panjang akibat kernikterus dapat sangat bervariasi, mulai dari gangguan motorik, gangguan pendengaran, hingga keterlambatan perkembangan.

Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, risiko terjadinya komplikasi jangka panjang dapat diminimalkan.

Kesimpulan

Kernikterus adalah kondisi serius yang terjadi akibat penumpukan bilirubin di otak bayi. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan otak permanen jika tidak segera dideteksi dan ditangani.

 Gejala kernikterus sangat beragam, mulai dari kulit dan mata kuning, demam, gangguan gerakan, hingga perubahan perilaku. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah kerusakan otak yang lebih parah dan meningkatkan peluang pemulihan.

Beberapa komplikasi jangka panjang yang dapat terjadi akibat kernikterus antara lain cerebral palsy, tuli, keterlambatan perkembangan, dan gangguan belajar.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk waspada terhadap tanda-tanda dan gejala kernikterus serta segera membawa bayi ke dokter jika mencurigai adanya masalah. Dengan penanganan yang tepat, kerusakan otak akibat kernikterus dapat dicegah atau diminimalkan. ***

Load More