-
Minat anak-anak Indonesia terhadap sepak bola terus meningkat seiring tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga ini.
-
Namun, menjadi pesepak bola profesional bukan hanya soal memiliki kemampuan mengolah si kulit bundar.
-
Menurut Pelatih Timnas Indonesia, Indra Sjafri, pembentukan karakter sejak usia dini menjadi fondasi yang sama pentingnya dengan kemampuan teknis.
Suara.com - Minat anak-anak Indonesia terhadap sepak bola terus meningkat seiring tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga ini. Namun, menjadi pesepak bola profesional bukan hanya soal memiliki kemampuan mengolah si kulit bundar.
Menurut Pelatih Timnas Indonesia, Indra Sjafri, pembentukan karakter sejak usia dini menjadi fondasi yang sama pentingnya dengan kemampuan teknis.
Pesan itu ia sampaikan dalam McDonald's Football Clinic, program pelatihan sepak bola yang digelar McDonald's Indonesia bersama Indra Sjafri. Program ini membuka kesempatan bagi 200 anak usia 8-12 tahun untuk berlatih langsung bersama pelatih tim nasional.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kampanye FIFA World Cup Goes to McDonald's sekaligus perayaan 35 tahun McDonald's Indonesia. Setelah digelar di Jakarta bersama pesepak bola profesional Rio Fahmi, kegiatan berlanjut di Bandung bersama legenda Persib Bandung, Atep.
Tak hanya mengajak anak-anak berlatih, McDonald's Indonesia juga memberikan kesempatan kepada 40 anak dari komunitas prasejahtera untuk mengikuti pelatihan secara gratis, lengkap dengan jersey dan sepatu baru.
Sepak Bola Jadi Olahraga Favorit Anak Muda
Program ini hadir di tengah tingginya minat masyarakat terhadap sepak bola.
Survei Populix pada Maret 2026 mencatat 90 persen Gen Z dan Milenial memiliki ketertarikan terhadap olahraga berbasis lapangan, dengan sepak bola menjadi salah satu cabang olahraga yang paling digemari.
Melalui McDonald's Football Clinic, McDonald's Indonesia ingin menumbuhkan semangat yang sama pada generasi berikutnya dengan membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal dan mengembangkan potensinya melalui sepak bola sejak usia dini.
Associate Director of Marketing McDonald's Indonesia, Caroline Kurniadjaja, mengatakan tidak semua anak memiliki kesempatan untuk belajar langsung dari pelatih nasional maupun bertemu pemain profesional.
"Melalui McDonald's Football Clinic, kami berharap para talenta muda ini tidak hanya memperoleh pengalaman latihan yang berkualitas, tetapi juga mendapat pembekalan untuk tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter baik, percaya diri, disiplin, dan berani mengejar cita-citanya," ujar Caroline.
Tips Anak Jadi Pesepak Bola Profesional dari Indra Sjafri
Dalam pelatihan tersebut, Indra Sjafri membagikan sejumlah prinsip penting yang menurutnya harus dimiliki anak-anak yang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional.
1. Kuasai teknik dasar sejak usia dini
Setiap sesi latihan McDonald's Football Clinic dirancang langsung oleh Indra Sjafri agar peserta tidak hanya menguasai teknik dasar sepak bola, tetapi juga membangun karakter positif.
Selama 70 menit, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dan mengikuti sistem rotasi dengan pendampingan intensif.