Deteksi Dini Malnutrisi pada Anak Tak Harus Rumit, Bisa Dilakukan dalam Hitungan Detik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:54 WIB
Instruktur menggunakan pita Z-score Lingkar Lengan Atas (LiLA) saat melakukan skrining tanda-tanda awal malnutrisi pada anak. (dok. ist)
BACA 10 DETIK
  • Program Beat Malnutrition di Sumbawa melatih guru serta pelatih untuk mendeteksi risiko malnutrisi anak sejak dini.
  • Skrining menggunakan pengukuran lingkar lengan atas dilakukan untuk mengidentifikasi anak yang memerlukan pemeriksaan kesehatan lanjutan.
  • Kolaborasi Abbott, Real Madrid Foundation, dan Harapan Project ini berhasil memeriksa lebih dari seratus anak.

Namun, skrining bukan pengganti diagnosis medis. Anak yang teridentifikasi berisiko tetap perlu mendapatkan penilaian lebih lanjut dari tenaga kesehatan untuk menentukan kondisi dan penanganan yang tepat.

Inilah yang membuat edukasi kepada guru, pelatih, relawan, maupun anggota masyarakat menjadi penting. Semakin banyak orang yang mampu mengenali tanda risiko dan mengetahui ke mana harus mencari bantuan, semakin besar peluang masalah gizi ditemukan lebih awal.

Edukasi Gizi Jadi Bagian Penting

Selain skrining, edukasi mengenai gizi juga menjadi bagian dari program Beat Malnutrition. Dalam kolaborasi yang telah diperluas ke 14 negara, Abbott dan Real Madrid Foundation menyebut telah melatih lebih dari 300 tenaga kesehatan dan relawan sejak 2023.

Program tersebut juga disebut telah menjangkau lebih dari 12.000 anak untuk pemeriksaan gizi serta memberikan lebih dari 130.000 jam edukasi kesehatan kepada anak dan keluarga.

Di Indonesia, program dijalankan bersama Harapan Project, organisasi nirlaba yang telah menjalankan berbagai kegiatan pendidikan, kesehatan, olahraga dan pengembangan masyarakat di Sumbawa sejak 2010.

Melalui pendekatan tersebut, persoalan malnutrisi tidak hanya dilihat dari bagaimana mengatasi anak yang sudah mengalami masalah gizi, tetapi juga bagaimana memperkuat kemampuan masyarakat untuk mengenalinya lebih awal.

Pada akhirnya, deteksi dini hanyalah langkah pertama. Ketika seorang anak teridentifikasi berisiko mengalami masalah gizi, hal yang tidak kalah penting adalah memastikan ia mendapatkan pemeriksaan, asupan yang sesuai dan dukungan kesehatan dari tenaga profesional.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com