- Bibir kering terjadi karena struktur bibir tidak memiliki kelenjar minyak alami untuk menjaga kelembapan permukaan.
- Faktor pemicu meliputi udara kering, sinar matahari, kebiasaan menjilati bibir, kosmetik iritatif, serta kondisi kesehatan.
- Penanganan mandiri dapat menggunakan pelembap bibir khusus, dan konsultasikan ke dokter jika tidak membaik.
3. Penggunaan kosmetik yang memicu iritasi
Lipstik, lip balm, pasta gigi, atau produk perawatan tertentu dapat menimbulkan reaksi iritasi maupun alergi pada sebagian orang.
Pewangi, perasa, dan bahan tertentu yang memberikan sensasi dingin atau menyengat dapat memperburuk kondisi bibir sensitif. Jika bibir mulai terasa panas, gatal, atau perih setelah menggunakan produk baru, hentikan pemakaiannya sementara.
4. Kekurangan nutrisi tertentu
Kekurangan zat gizi, seperti zat besi atau vitamin B tertentu, dapat berkaitan dengan masalah pada bibir dan sudut mulut.
Meski demikian, bibir kering saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami kekurangan vitamin atau mineral. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan apabila keluhan disertai gejala lain atau berlangsung lama.
5. Kondisi kesehatan dan efek obat
Eksim, alergi, infeksi, serta peradangan bibir atau cheilitis dapat menyebabkan bibir terus-menerus kering dan pecah-pecah.
Beberapa obat juga berpotensi menimbulkan efek samping berupa kekeringan pada kulit dan bibir. Karena itu, keluhan yang tidak membaik sebaiknya tidak hanya ditangani dengan menambah konsumsi air.
Untuk membantu mengatasi bibir kering, gunakan pelembap bibir tanpa pewangi yang mengandung petrolatum atau bahan pelindung sejenis.
Pilih lip balm dengan perlindungan matahari ketika beraktivitas di luar ruangan, hindari menjilati bibir, dan hentikan produk yang menimbulkan iritasi.
Apabila bibir tidak membaik setelah dua hingga tiga minggu perawatan mandiri, sering berdarah, mengalami pembengkakan, atau terasa sangat nyeri, konsultasikan kepada dokter. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab yang mendasari dan menentukan penanganan yang tepat.