Galih Priatmojo
Jum'at, 17 Januari 2020 | 14:55 WIB
Gus Miftah [Suara.com/Putu Ayu P]

SuaraJogja.id - Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji Tundan, Kalasan, Gus Miftah beberapa waktu lalu mengunggah kegiatannya saat berkunjung ke Kediri.

Dalam video singkat yang diunggah di akun Instagramnya, Gus Miftah mengungkapkan tengah dalam perjalanan pulang dari pondok pesantren Al-Falah Ploso Mojo, Kediri. Ia mengungkapkan baru saja sowan ke KH Zainuddin Jazuli dan KH Nurul Huda Jazuli.

Gus Miftah menyebut tradisi sowan tersebut kerap dilakukannya tiap kali akan mengisi pengajian di daerah.

Ia mengungkapkan laku tersebut dilakukan selain untuk bersilaturahmi juga sebagai sarana untuk kontrol diri.

"Ditemani Gus Ronny kita sowan ke masyayikh Ploso alhamdulillah bisa sowan ke Kiai Din dan Huda. Dan ini kebiasaan saya jika ngaji di sebuah tempat maka kiai-kiai sepuh kita datang dan silaturahmi. Yaa untuk ngontrol kita karena saya meyakini syarat jadi orang besar itu ada tiga tirakat, shodaqoh dan ziarah. Ziarah kepada orang yang meninggal mendoakan ziarah ke yang masih hidup untuk minta didoakan dan Alhamdulillah kami sudah bertemu beliau beliau termasuk Gus Kautsar," ungkapnya.

Unggahan Gus Miftah soal orang besar mendapat tanggapan dari Mumtaz Rais, Kamis (16/1/2020). [@gusmiftah / Instagram]

Unggahan itupun mendapat beragam respon dari netizen. Salah satunya yakni Mumtaz Rais.

Putra politisi senior Amien Rais yang kini tengah mencalonkan diri jadi Bupati Sleman tersebut memberi tanggapan yang menarik.

"Shodaqoh..? Tenaneee Sodaqoh? Perasaan aku terus sing Nyodaqohi," tulisnya.

Komentar mantan anggota DPR RI periode 2009-2014 tersebut pun dapat tanggapan dari salah seorang pengusaha Jogja yang memakai akun bernama @jhon_dayat81.

"Lah koe kan bupati bro jadi ra usah ngeluh nek nyodaqohi rakyat e," tulisnya.