Suara Joglo - Haruka Nakagawa alias Haruka merupakan idola asal Jepang yang kini berkarier di Indonesia. Ia merupakan anggota dari grup JKT 48 transfer dari AKB4B generasi ketiga.
Setelah lama berkecimpung di dunia entertainment Indonesia, Haruka kini telah fasih berbahasa Indonesia. Tak hanya itu, dirinya pun merasakan adanya perbedaan mencolok dari fansnya di Jepang dan di Indonesia.
Mernurutnya, fansnya dari Jepang lebih serius ketimbang orang Indonesia. Yang dimaksud Haruka dalam hal ini adalah persoalan pemberian masukan.
“Kalau fans orang Jepang itu lebih serius,” ungkap Haruka, dikutip dari kanal YouTube Vindes, Selasa (27/12/2022).
Perbedaan tersebut terutama tampak ketika Haruka melakukan handshake dengan para fansnya. Ketika bersalaman dengan fansnya di Jepang, wanita 30 tahun itu akan mendapatkan berbagai masukan.
“Misalnya nih, kalau handshake, dia kasih detailnya. Misalnya ‘kamu lebih kayak gini, lebih baik, loh!’, misalnya kayak gitu handshakenya,” ungkap Haruka.
Berbeda dengan fansnya dari Indonesia yang dinilai terlampau obsesi dengannya, sehingga memanfaatkan handshake untuk habis-habisan memujinya.
“Tapi kalau orang Indonesia tuh benar-benar kayak suka banget sama kita. Jadinya, pas handshake, ‘Hih kamu tuh cantik banget, ih kamu tuh hebat’ kayak gitu,” tuturnya.
Tak sampai di situ, momen handshake juga bisa menjadi ladang uang untuk idola asal Jepang itu. Ia mengatakan bahwa fansnya harus membayar mahal untuk bisa bersalaman dan bersua foto dengannya.
Baca Juga: LENGKAP! Cara Mandi Wajib bagi Pria dan Wanita Menurut Islam
“10 detik 100 ribu,” ucap Haruka.
“Mana ada meluk, nggak boleh, nggak bisa. Handshake atau foto bareng,” lanjutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular
-
Sudaryono Geram MBG Disebut Habiskan Uang Negara: Tanpa Program Ini Sekolah Rusak Tetap Banyak
-
Unai Emery Senang Kembali ke Indonesia, Aston Villa Siap Suguhkan Permainan Terbaik di GBK
-
DPR Sentil OPK BPJS-TK Jalan di Bara Api: Materi Tak Relevan Tak Perlu