/
Senin, 03 April 2023 | 20:57 WIB
Pemain PSS Sleman beradu kuat mempertahankan bola dari pemain PSIS Semarang di lanjutan Liga 1 2022/2023, Minggu (2/4/2023). (Instagram/@pssleman)

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro mengatakan bahwa ia akan melakukan evaluasi untuk menghadapi sisa pertandingan di Liga 1 Indonesia 2022/2023.

Ia cukup bingung menyusul anak asuhya terlalu mudah kebobolan meski mampu bermain baik saat menghadapi PSIS Semarang di Stadion Jatidiri, Minggu (2/4/2023). 

"Penyakit PSS muncul lagi, terlalu mudah kebobolan," kata Seto Nurdiyantoro seperti dikutip dari laman resmi klub, Senin (3/4/2023).

Bukan tanpa sebab, PSS Sleman sempat bermain imbang di babak pertama dengan skor 2-2 pada pertemuannya menghadapi tuan rumah.

Bukannya mempertahankan atau menambah gol, skuar Super Elang Jawa (Elja) justru diberondong gol oleh Laskar Mahesa Jenar 2-5.

PSIS Semarang pesta gol dan mempermalukan rivalnya saat lanjutan Liga 1 2022/2023 itu.

Seto juga tak menampik bahwa kebobola lima gol bisa jadi fisik pemain PSS Sleman menurun di babak kedua. 

Kondisi ini akan dievaluasi menjelang pertandingan berikutnya, dan keputusan pemain di lapangan juga akan diperiksa untuk meminimalkan kesalahan saat bermain.

Hasil pertandingan tersebut memberikan PSIS Semarang raihan poin penuh pertama setelah sembilan laga tanpa kemenangan.

Baca Juga: PSS Sleman Semakin Tenggelam, Telan 5 Kekalahan Beruntun, Seto Nurdiyantoro Kembali Disorot

Saat ini PSIS Semarang berada di peringkat 13 dengan koleksi 38 poin. Sementara PSS Sleman terjun bebas ke zona merah di peringkat 17 dengan hanya mengoleksi 31 poin.

Load More