Belakangan ini, nama Bima Yudho salah seorang pemuda asli Lampung yang tengah menempuh pendidikan di Australia sedang ramai menjadi perbincangan publik.
Pasalnya, ia dan keluarganya disebut-sebut telah mendapat tekanan dari pihak berwajib usai mengkritik Lampung melalui media sosial. Sontak saja hal tersebut mendapat berbagai respons dari banyak pihak.
Warganet sendiri mendukung Bima untuk terus menyuarakan kritiknya. Sementara seorang advokat asal Lampung justru melaporkan Bima kepada pihak berwajib.
Menanggapi persoalan tersebut, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia, Mahfud MD turut angkat bicara. Ia mengatakan bahwa dirinya tak akan tinggal diam menanggapi hal tersebut.
“Bima ini punya hak konstitusional untuk menyatakan itu apalagi demi perbaikan,” ujar Mahfud MD, dikutip dari unggahan @JariBiruBiru, Senin (17/4/2023).
Lebih lanjut, Mahfud MD mengatakan bahwa dirinya tak akan tinggal diam ketika mendapati APH turut menekan Bima. Bahkan, ia pun akan mendalami persoalan tersebut pada hari Senin (17/4/2023).
“Tentu saya akan komunikasi kalau sampai ada APH ikut menekan. Iya ini kan baru 14 April kan hari ini, berarti saya hari Senin bisa melakukan pendalaman terhadap,”
“Tentu saya tidak boleh diam kalau Aparah Penegak Hukum ikut-ikutan soal itu,” tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas