Gelandang muda Persebaya Surabaya, Risky Dwijan mengalami cedera serius di bagian tulang belakangnya. Hal itu terjadi ketika Risky Dwijan latihan bersama dengan skuad Persebaya.
Adapun kronologi kejadian tersebut bermula ketika Risky Dwijan melakukan lompat sebagai upaya untuk menyundul bola. Nahasnya, saat heading, kepala Risky tidak tepat mengenai bola.
Tepat pada saat landing dari penyundulan bola tersebut, tulang belakang Risky Dwijan mengalami hentakan. Sehingga, Gelandang andalan Persebaya itu divonis mengalami shock spinal cord injury.
Karena kejadian tersebut, Risky Dwijan dilarikan ke rumah sakit Premier. Dari perawatan di IGD, Risky kemudian menjalanni MRI dan didapati bahwa terdapat masalah pada tulang belakangnya. Lantas, siapa sosok Risky Dwijan bagi Persebaya Surabaya?
Profil Risky Dwijan
Pemilik nama lengkap Risky Dwijan Apriliyanto ini merupakan pemain Persebaya yang lahir di Kediri, 1 April 1999.
Gelandang 24 tahun itu mengawali karier profiseionalnya sebagai pemain sepak bola dengan bergabung bersama Asosiasi Sekolah Sepakbola Indonesia (ASSBI) Jawa Timur.
Keluar dari asosiasi tersebut, Risky Dwijan bergabung dengan Persebaya U-19 pada 2018 dan kemudian menjadi skuad U-20 pada 2019.
Selain dikenal sebagai Gelandang Persebaya, nama Risky Dwijan juga cukup melambung saat tergabung dalam Proprov Jawa Tengah pada 2020 dan PON Jawa Timur 2021. Dalam ajang tersebut ia berhasil mmeraih medali perunggu di Papua.
Baca Juga: Yayasan Syarif Hidayatullah Maknai Kemerdekaan RI dengan Transformasi Pembelajaran
Sebenarnya, sebelum tergabung dalam skuad Persebaya, Risky Dwijan sempat memulai karier profesionalnya bersama klub Semeru FC Lumajang pada 2018.
Akhir 2021 lalu, Risky sempat pindah dan bergabung dengan Persikab Kabupaten Bandung. Namun, pada 2022, Gelandang 24 tahun itu kembali ke pangkuan Persebaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim