Para pemimpin Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) menegaskan dukungan mereka terhadap komitmen Myanmar untuk memfasilitasi repatriasi pengungsi Rohingya secara sukarela dengan cara yang aman, terjamin, dan bermartabat.
“Kami mencatat keterlibatan dan kerja sama antara Myanmar dan Bangladesh dalam proyek percontohan repatriasi, untuk memfasilitasi lebih dari 7.000 pengungsi yang kembali pada akhir 2023 dan menyambut baik upaya Myanmar untuk berupaya mewujudkan implementasi proyek ini,” kata para pemimpin ASEAN dalam pernyataan yang dirilis usai KTT ke-43 ASEAN di Jakarta, Kamis.
ASEAN ingin melanjutkan kontribusinya dalam proses repatriasi melalui pelaksanaan proyek-proyek, sebagai tindak lanjut dari rekomendasi Penilaian Kebutuhan Awal (PNA) yang dilaksanakan oleh AHA Centre.
“Kami juga menantikan Penilaian Kebutuhan Komprehensif (CNA) ketika kondisi memungkinkan dan mendorong Sekretaris Jenderal ASEAN untuk terus mengidentifikasi bidang-bidang yang memungkinkan bagi ASEAN untuk memfasilitasi proses repatriasi secara efektif,” kata para pemimpin ASEAN.
Sebaliknya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) justru mendesak Bangladesh untuk menghentikan proyek percontohan repatriasi bagi warga Rohingya untuk kembali ke Myanmar, di mana mereka menghadapi risiko serius terhadap kehidupan dan kebebasan mereka.
Pelapor Khusus PBB untuk situasi HAM di Myanmar Tom Andrews mengatakan ada laporan bahwa pihak berwenang Bangladesh menggunakan tindakan yang menipu untuk memaksa pengungsi Rohingya kembali ke Myanmar.
“Kondisi di Myanmar sama sekali tidak kondusif bagi kepulangan pengungsi Rohingya yang aman, bermartabat, berkelanjutan, dan sukarela,” kata Andrews dalam pernyataannya, Juni lalu.
“Jenderal Senior Min Aung Hlaing, yang memimpin pasukan yang melancarkan serangan genosida terhadap Rohingya, kini memimpin junta militer brutal yang menyerang penduduk sipil sambil menolak kewarganegaraan Rohingya dan hak-hak dasar lainnya,” ujar dia, menambahkan.
Pejabat Bangladesh telah menyatakan bahwa kelompok awal yang terdiri dari 1.140 pengungsi Rohingya akan dipulangkan ke Myanmar pada tanggal yang tidak ditentukan dan 6.000 orang lainnya akan dipulangkan pada akhir tahun ini.
Baca Juga: Profil Shine of Black, Penyanyi di KTT Asean yang Bikin PM Timor Leste Xanana Gusmao Joget Lepas
Pihak berwenang Bangladesh dilaporkan mengancam melakukan penangkapan, penyitaan dokumen, dan bentuk pembalasan lainnya bagi mereka yang menolak rencana pemerintah.
“Ada juga laporan mengenai pengungsi yang dijanjikan uang dalam jumlah besar, jika mereka setuju untuk kembali. Janji-janji ini diduga dibuat bahkan ketika jatah makanan dipotong menjadi 0,27 dolar AS per orang per hari bagi mereka yang berada di kamp-kamp Bangladesh. Masih belum jelas dari mana dana untuk keluarga yang dipulangkan itu berasal,” kata Andrews.
Berdasarkan proyek percontohan ini, para pengungsi Rohingya tidak akan diizinkan untuk kembali ke desa mereka sendiri, yang banyak di antaranya rata dengan tanah selama serangan genosida pada 2017.
Para pengungsi akan melewati pusat “penerimaan” dan “transit” di wilayah Maungdaw, setelah itu mereka akan dipindahkan ke wilayah yang ditentukan yaitu 15 “desa” yang baru dibangun, yakni tempat yang tidak boleh mereka tinggalkan dengan bebas.
Pada Maret lalu, pihak berwenang Bangladesh memfasilitasi dua kunjungan otoritas junta Myanmar (SAC) ke kamp-kamp Bangladesh.
Para pejabat Bangladesh mengatakan para pengungsi telah menyatakan “kepuasan umum” terhadap pengaturan yang dibuat untuk pemulangan mereka, tetapi jaminan ini bertentangan dengan laporan bahwa mereka yang berpartisipasi dalam perjalanan tersebut dengan tegas menolak rencana repatriasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Ibu Anji Meninggal Dunia Malam Ini
-
Menanti Ketuk Palu Jakarta: Pemkab Sukabumi Bersiap Terapkan WFH Demi Tekan Konsumsi BBM
-
Takut Pemainnya Cari Suaka Politik, Negara Ini 7 Tahun Tak Main hingga Tak Masuk Ranking FIFA
-
Masa Hiatus Berakhir, Seringai Lempar Lagu Baru dengan 2 Gitaris Anyar
-
Divonis Praktikkan Kartel Bunga, Pinjol Adakami dan Asetku Didenda Ratusan Miliar
-
Angkat Kisah Cinta Sesama Jenis, 5 Alasan Bridgerton Season 5 di Netflix Tuai Kontroversi
-
Saat Tabung Gas 3 Kg Menjadi Barang Mewah: Penyebab Tabung Melon Langka di Sukabumi Selatan
-
Serangan Iran ke Israel Berlanjut: Puluhan Warga Jadi Korban, Sirene Terus Meraung
-
Iran: Ada Negara Arab yang Mau Bantu AS Kuasai Pulau Kharg
-
5 Mobil Bekas Kabin Lapang dengan Tenaga Besar, Harga di Bawah 100 Juta