Kotak Suara / Pilpres
Selasa, 12 Desember 2023 | 19:58 WIB
Calon presiden (capres) nomor urut 2, Anies Baswedan.

Suara.com - Calon Presiden nomor urut 1 Anies Baswedan menyinggung soal hukum di Indonesia. Menurutnya, hukum kekinian tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

Hal itu disampaikan Anies saat menyampaikan visi misi di debat Capres di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusa, Selasa (12/12/2023) malam.

"Tananan menjalankan pemerintahan sering tidak sesuai dengan hukum yang dipegang, karena itu kami melihat negara ini adalah neagra hukum bukan negara kekuasan," ucap Anies.

"Negara hukum kekausan diatur hukum, kekausan hukum diatur penguasa, kita tidak menginginkan itu terjadi," Anies menambahkan.

Mantan Mendikbud itu menjelaskan hukum yang ada saat ini adalah bengkok. Anies juga menganalogikan dengan tangannya.

"Kalu lihat hukum terajdi tegak, kenyatan bengkok tajam kebarh dan tumpul ke atas," katanya.

Debat Perdana

Tema debat perdana capres 2024 adalah Hukum, HAM, Pemerintahan, Pemberantasan Korupsi, dan Penguatan Demokrasi, dan Peningkatan Pelayanan Publik, dan Kerukunan Warga.

Debat antara ketiga capres ini dipandu oleh dua jurnalis TVRI yang ditunjuk sebagai moderator, yakni Ardianto Wijaya dan Valerina Daniel.

Baca Juga: Datang Terakhir Debat Perdana Capres, Anies dan Cak Imin Tiba di KPU Didampingi Istri

Terdapat 6 segmen dan 18 pertanyaan pada debat capres yang akan berlangsung selama 120 menit ini.

Sebelumnya, KPU telah menunjuk 11 orang panelis. Adapun mereka yang ditetapkan KPU 10 orang di antaranya berlatar belakang akademisi dari berbagai perguruan tinggi negeri tanah air.

Berikut adalah daftar panelis debat pertama capres-cawapres di Pilpres 2024:

Mada Sukmajati (Pakar Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada); Rudi Rohi Ahli (Pakar Ilmu Politik Universitas Nusa Cendana); Lita Tyesta (Ahli Hukum Tata Negara Universitas Diponegoro), Khairul Fahmi (Pakar Hukum Universitas Andalas).

Kemudian Agus Riewanto (Pakar Hukum Tata Negara Universitas Sebelas Maret); Susi Dwi Harijanti (Pakar Tata Hukum Negara Universitas Padjadjaran); Bayu Dwi Anggono (Guru Besar Universitas Jember); Al Makin (Guru Besar Studi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga).

Selanjutnya Gun Gun Heryanto (Pengajar UIN Syarif Hidayatullah); Wawan Mas’udi (Dekan Fisipol Universitas Gadjah Mada); Ahmad Taufan (Ketua Komnas HAM periode 2017-2022)

Load More