/
Sabtu, 01 Juli 2023 | 07:00 WIB
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (Ist)

Publik tengah diramaikan oleh buku Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berjudul Pilpres 2024 & Cawe-Cawe Presiden Jokowi: The President Can Do No Wrong.

SBY dalam bukunya menyoroti tentang cawe-cawe Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut pemilihan umum (pemilu) 2024 yang dilakukan secara positif.

Namun mantan Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat mengingatkan Jokowi bersikap bijak dalam cawe-cawe berlandaskan kepentingan bangsa dan negara.

"Sah-sah saja Presiden Jokowi mengatakan atau berbuat begitu. Apalagi kalau cawe-cawe yang beliau lakukan adalah cawe-cawe yang baik, yang positif," tulis Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat dalam pernyataannya.

Ujang Komarudin, pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia menilai, cawe-cawe yang dilakukan oleh Jokowi sebagai presiden masih wajar.

Cawe-cawe Jokowi menurut Ujang merupakan bagian dari endorse untuk calon presiden (capres) di pemilihan presiden (pilpres) 2024.

Namun itu tidak menutup kemungkinan endorse kepada capres Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto.

"Kalau kita kaitkan dengan ucapannya Pak SBY maka arah endorse dan hak Jokowi itu bisa mengarah pada Pak Prabowo," kata Ujang dalam keterangannya dikutip Liberte Suara, Sabtu (1/7/2023).

Ujang juga melihat hubungan baik antara Jokowi dan Prabowo sehingga tidak mengherankan apa yang dilakukan Presiden ke-7 RI. 

Baca Juga: Selalu Dikaitkan dengan Tragedi HAM 1998, Prabowo Tegas: Kalau Rakyat Percaya Semua Tudingan Itu, Nggak Usah Pilih Saya

"Dan kita tahu bahwa hubungan Pak Prabowo dengan Pak Jokowi itu juga baik," tutur Ujang.

Oleh karena itu, lanjutnya, Jokowi sebagai warga negara memiliki hak untuk memilih siapa pun, baik Prabowo maupun calon lainnya.

"Dan itu menjadi bagian endorse dan hak Jokowi untuk bisa memilih siapa pun," pungkas Ujang.

Load More