/
Jum'at, 14 Juli 2023 | 20:30 WIB
PDIP Minta Audit Total Hingga Bentuk Pansus Jika Perlu Soal Pembangunan JIS, Chusnul Chotimah: Dukung Total! ((Instagram @jakintstadium))

Pegiat media sosial Chusnul Chotimah menyoroti PDI Perjuangan (PDIP) DKI YANG meminta audit total terkait konsultan desain yang bermarkas di Inggris, Buro Happold menyebut proyek Jakarta International Stadium (JIS) tidak sesuai dengan konsep desain orisinal dari Buro Happold.

Hal itu ditanggapi Chusnul Chotimah melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Chusnul Chotimah mengatakan bahwa saat ini PDIP pun turut meminta PDIP yang saat ini juga meminta JIS diaudit total.

Chusnul Chotimah juga mendukung terkait pembentukan panitia khusus (pansus) jika memang diperlukan.

"Setelah PSI skrng PDIP juga minta JIS diaudit total, dari aspek perencanaan maupun pembangunannya. Bentuk pansus JIS jika perlu. Dukung total!," ujar Chusnul Chotimah dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @ch_chotimah2, Jumat (14/7).

Sementara itu, dilansir dari Detik, Sekretaris Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Rio Sambodo mengatakan bahwa dalam konkretnya, harus adanya penanganan teknis hingga audit total dari aspek perencanaan maupun pembangunan terkait JIS.

"Konkretnya harus ada penanganan teknis secara mendasar baik jangka pendek maupun jangka panjang untuk sarana prasarana. Serta audit total dari aspek perencanaan maupun pembangunannya," ujar Sekretaris Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Rio Sambodo, Minggu (9/7/2023).

"Bentuk pansus JIS jika dipandang perlu," terang Rio.

Menurut Rio, pernyataan Buro Happold menegaskan adanya malpraktek dalam perencanaan dan pembangunan JIS. Tidak mengherankan jika banyak sekali kekurangan fasilitas JIS dan jauh dari standar internasional sebagaimana mestinya.

Adapun diketahui, Buro Happold merupakan konsultan yang dikontrak Jakarta Konsultindo dalam pembangunan JIS. Tugas Buro Happold  membuat panduan desain serta memberikan jasa konsultasi. Masa kerjanya mulai Desember 2018 hingga Maret 2019.

Baca Juga: Modus Pegawai KPK Mark Up Uang Dinas, Komisi Anti-Rasuah Disusupi 'Ahli Korupsi'

Load More