Suara.com - Warna rambut akan berubah seiring bertambahnya usia menjadi abu-abu atau putih. Namun warna rambut perempuan sering berubah abu-abu atau beruban lebih cepat daripada laki-laki.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Sekelompok ilmuwan Inggris menemukan jawabannya.
Sebuah penelitian skala besar yang mereka lakukan menemukan bahwa gen dan gaya hidup perempuan lebih cenderung menyebabkan rambut cepat beruban. Ini berbeda dari teori-teori sebelumnya bahwa tingkat uban pada seseorang bergantung pada faktor negatif seperti tingkat kesehatan, stres atau diet.
Dalam penelitian tersebut, para peneliti mempelajari lebih dari 200 kembar identik dan non-identik antara usia tua di Inggris 59-81 tahun. Kembar identik, yang berbagi gen yang sama memiliki kondisi rambut beruban yang identik juga.
Di sisi lain, kembar non-identik yang memiliki gen berbeda, memiliki tingkat yang berbeda dari rambut yang berwarna abu-abu.
Temuan yang didapat oleh sebuah perusahaan perawatan rambut memperkuat kesimpulan bahwa perempuan memiliki rambut berwarna abu-abu karena sifat gen.
Menurut para ahli, Anda tidak dapat mengubah genetik dan pengaruhnya pada rambut. Namun, berbagai perawatan rambut yang sesuai dengan kondisi kesehatan tubuh dan rambut akan memperlambat proses rambut beruban. (Medic Magic)
Berita Terkait
-
5 Shampo untuk Rambut Rontok dan Tipis, Bye-bye Kebotakan!
-
Kontradiksi Era Digital: Mau Merdeka Finansial tapi Masih Pakai Paylater
-
Apa Bedanya Hair Tonic dan Hair Serum? Ini Urutan Pemakaian yang Benar
-
Apa Saja Bahan Aktif yang Biasanya Terkandung dalam Serum Penumbuh Rambut?
-
Gen Z dan HUT ke-81 RI: Sudahkah Merdeka dari Tekanan Selalu Terlihat Sukses?
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bukan Sekadar Ikut Tren: Memaknai Kemerdekaan Digital Gen Z di Tengah Gempuran FOMO
-
Pemerintah Masih Pelajari Mekanisme Refund untuk Konsumen Beras Fortifikasi
-
BTN Gandeng Universitas Negeri Semarang Hadirkan KTM Co-Branding untuk 12.000 Mahasiswa Baru
-
Bunga PNM Mekaar Dipangkas dari 20% Jadi 8%, Berlaku September 2026
-
Negosiasi dengan AS Masih Berlangsung, Indonesia Minta Tarif Lebih Kecil
-
Massa Geruduk Rumah MC yang Kasih Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras
-
Kita Bertengkar dengan Sesama, Padahal yang Harus Ditagih adalah Negara
-
10 Cara Mengatasi Flek Hitam Melasma akibat Efek Samping KB
-
Bagaimana Ocean Calculator Menghitung Manfaat Laut yang Selama Ini Sulit Terlihat?
-
Bagaimana AI Dapat Membantu dalam Memetakan Hutan Dunia?