Suara.com - Setelah mengikuti program selama 14 bulan, akhirnya berat badan saya turun 162 pon (sekitar 80 kilogram) atau hampir separuh dari bobot saya sebelumnya. Saya berhasil mengubah hidup saya, dengan komitmen ketat untuk makan sehat, olahraga secara teratur dan niat untuk memperbaiki diri sendiri.
Hasilnya, saya merasa jauh lebih nyaman dan lebih percaya diri. Dan manfaat utama di balik semua tranformasi ini, adalah saya merasa jauh lebih sehat. Tekanan darah saya normal, nyeri persendian juga makin jarang saya rasakan. Saya juga merasa makin bugar, sebugar ketika saya masih anak-anak.
Proses ini mengajarkan saya tentang kesabaran, kegigihan, dan cinta yang lebih besar untuk orang lain. Tapi yang lebih penting adalah cinta untuk diri saya sendiri. Dan, menerima dan mencintai setiap bagian dari diri saya, adalah hasil terbesar dari perjuangan melawan kegemukan ini.
Ada banyak waktu sepanjang program ini, di mana saya dipenuhi pemikiran bahwa saya akan gagal. Saya pernah akan menyerah, tapi beruntung saya tidak melakukan itu. Kini saya melihat diri saya secara berbeda, dan saya juga merasa dilihat secara berbeda. Transformasi ini telah memberi saya perspektif berbeda akan sesuatu yang setiap orang berhak tahu dan layak mendapatkannya.
Yang tersulit dari proses ini, adalah ketidakpastian akan hasilnya. Saya pernah diet sebelumnya tapi gagal, dan saya khawatir ini akan terulang lagi. Sebuah tantangan besar, untuk meyakinkan diri bahwa kali ini akan berbeda. Menilik ulang proses ini, saya melihat ada banyak momen yang membawa saya ke kondisi saat ini. Ada saatnya orang memandang rendah apa yang saya lakukan, tapi banyak juga yang menyemangati saya.
Terus-menerus menanamkan untuk melakukan lebih dan menolak yang biasa-biasa saja adalah hal yang sulit. Tetapi semua ini membawa saya pada pencapaian yang tak terduga ini. Saya tak berpretensi, proses ini telah lengkap. Tapi saya telah menancapkan sebuah hidup baru yang memberi saya harapan. Saya memilih menerima masa lalu saya, dan melihat ke depan untuk melanjutkan hidup saya. (askmen.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Hujan Deras Tak Surutkan Militansi Suporter Garuda, Pakansari Membara Jelang Indonesia vs Vietnam
-
Bahlil Rem Ekspor Batu Bara, Ekonomi Daerah Terancam Tak Lagi Membara
-
Sosok Pemotor Masuk Tol Pekanbaru-Dumai Terungkap, Ini Penjelasan Polisi
-
Lima Korban KMP Mutiara Sentosa II Teridentifikasi, DVI Pastikan Bukan Tewas Terbakar
-
23 Ide Hadiah Lomba 17 Agustus untuk Bapak-Bapak, Murah dan Pasti Kepakai
-
Hujan Deras Guyur Pakansari, Pertanda Timnas Indonesia Hujani Vietnam dengan Banyak Gol?
-
Dedi Kusnandar: Persib Bandung Siap Hadapi Persija di Semifinal Piala Presiden 2026
-
Fenomena Kerja "Serabutan" di Era Modern: Cari Fleksibilitas atau Terpaksa?
-
Purbaya Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Melambat di Triwulan II 2026
-
Wanita Tewas Diduga Bunuh Diri Pakai Senpi Ternyata Mantan Istri Polisi, Apa Motifnya?