Suara.com - Layanan teman-sewaan kini mulai marak di Inggris, setelah sebelumnya berkembang di Jepang. Layanan 'prostitusi platonis' ini menjadi gantungan mereka yang mengalami kesulitan menghadapi pertemuan atau berhubungan dengan orang lain.
Penyedia terbesar sewa-teman di Inggris adalah sebuah situs RentAFriend.com. Adalah Scott Rosenbaum yang merintis situs ini, setelah mendengar keberhasilan situs serupa di Jepang. Vice.com berhasil menghubungi Rosenbaum untuk mengetahui lebih banyak tentang bisnis ini.
Lewat Rosenbaum, kami berhubungan dengan Jess Edmonds "teman paling populer" yang menggunakan situs RentAFriend.com sebagai satu-satunya sumber pendapatannya.
Vice: Hi Jess. Jadi, mengapa Anda terlibat dengan RentAFriend.com?
Jess Edmonds: saya tahu dari salah seorang teman yang telah bergabung ke dalamnya dan mendapatkan uang dari bisnis ini. Saya berpikir ini adalah jenis pekerjaan untuk saya. Ini juga menyenangkan, dan Anda tidak dibatasi dengan cara apapun.
Berapa harga yang Anda tentukan perjam?
Saya biasanya mematok harga 70 pounsterling. Biaya perjalanan dan akomodasi ditanggung oleh mereka.
Mereka yang membayar Anda, apakah orang-orang yang kesepian? Atau ada alasan lain?
Itu benar-benar bervariasi. Ada beberapa orang yang benar-benar kesepian, dan ada beberapa orang yang agak tertutup dan mengalami kesulitan bersosialisasi. Beberapa adalah pekerja di London yang hanya ingin seseorang untuk menemaninya makan siang.
Menurutmu apakah layanan ini memenuhi kebutuhan mereka?
Ya, itu memenuhi kebutuhan. Banyak orang tidak ingin pergi ke konselor tetapi ingin berbicara tentang masalah dan perasaan mereka, tetapi bukan seseorang yang akan menuliskan semuanya. Ini memungkinkan mereka melakukannya saat mereka sendiri, dan berada di tempat yang mereka merasa nyaman. Atau semacam lingkungan di mana mereka tidak merasa sedang mencari bantuan.
Apa saja yang mereka katakan?
Ada yang telah mengkhianati istri mereka selama bertahun-tahun. Ada juga seorang laki-laki yang sudah menikah dengan tiga anak, tetapi benar-benar terobsesi menjadi seorang perempuan. Kadang saya tidak tahu harus berkata apa, karena bukan seorang konselor.
Beberapa memiliki masalah yang sangat kecil, di mana saya hanya berpikir, 'Sadarlah! "Saya selalu mencoba untuk membuat mereka merasa seolah-olah saya di sana untuk mereka. Saya juga sering mendapatkan teks dan panggilan pada tengah malam, ketika mereka sedang marah dan ingin berbicara dengan seseorang, dan saya selalu bersikap seramah mungkin.
Mereka membayar saya, dan jika mereka membutuhkan seseorang dan saya tidak hadir untuk mereka, aku merasa ada sesuatu yang kurang lengkap. (Vice.com)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123