Suara.com - Dinas Pariwisata Kota Batam Kepulauan Riau memastikan seluruh kafe yang beroperasi di kota itu tutup saat final Piala Dunia karena bertepatan pertengahan Ramadan, sesuai ketentuan Peraturan Wali Kota tentang jam operasional Tempat Hiburan Malam.
"Malam ini, kafe tidak boleh ada yang buka. Semua harus tutup," kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Objek Wisata Pemkot Batam, Rudi Panjaitan di Batam, Minggu (13/7/2014).
Sesuai dengan Perwako tentang Operasional THM, seluruh THM harus tutup total pada sehari sebelum Ramadan, lalu pada 1 serta 2 Ramadan, tanggal 16,17 dan 18 Ramadan, juga pada Malam Takbiran, yakni tanggal 1 dan 2 Syawal.
Dinas Pariwisata tidak membuat pengecualian khusus untuk acara nonton bareng final Piala Dunia 2014, Senin dini hari. Seluruh THM, termasuk kafe yang biasa menyajikan nobar, harus tutup.
Ia mengatakan, sebenarnya Pemkot tidak melarang nobar. Hanya tidak boleh dilakukan di kafe atau tempat hiburan malam lainnya.
"Di pujasera boleh, tempat-tempat terbuka," kata dia.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Yusfa Hendri mempersilahkan masyarakat melakukan nobar final Piala Dunia pada pertengahan Ramadhan, asal jangan bising.
"Prinsipnya kegiatan-kegiatan maksiat tidak boleh dilakukan pada malam itu untuk menghormati umat Islam. Jangan ada minuman keras," kata dia.
Yusfa juga meminta aktivitas nobar tidak dilakukan dengan suara yang keras.
"Jangan bising, karena tujuannya adalah menghormati Muslim yang menjalankan ibadah," kata dia.
Untuk memastikan seluruh THM tutup total pada Minggu malam, Pemkot menurunkan tim terpadu yang terdiri dari Satpol PP, Dispar dan aparat terkait lainnya.
Jika ketahuan melanggar Perwako, maka sesuai dengan Perda tentang Hiburan, THM akan diberikan sanksi mulai dari teguran I, II hingga menutup THM. Sanksi itu diberikan kumulatif dari tahun-tahun sebelumnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Bukan Cuma Kopi, 5 Kafe di Nganjuk Ini Punya Konsep Unik yang Menarik
-
Wajah Baru Jalan A. Yani Nganjuk: Jadi Pusat Dagang Hingga Spot Nongkrong
-
Review Buku Ramadan Rain: Kisah Hangat tentang Doa, Syukur, dan Cinta Keluarga di Balik Hujan
-
5 Coffee Shop 24 jam untuk Kamu yang Bosan Nugas di Kos
-
Gaya Hidup dan Pengalaman Bersantap Jadi Kunci, Industri Kuliner Indonesia Diprediksi Terus Tumbuh
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan