Suara.com - PT. Michelindo Food International, sebuah perusahaan yang membawahi restauran franchise Bonchon Chicken melakukan terobosan bisnis baru dengan membuat brand fashion ready to wear bernama Lotuz.
Meski didirikan oleh perempuan bernama Michelle Elizabeth Surjaputra, entrepreneur berusia 25 tahun tersebut, Lotuz bukanlah hadir dari tangannya, melainkan desainer muda asal Semarang, bernama Yosep Sinudarsono.
Melalui karya perdananya, Lotuz hadir merepresentasikan semangat perempuan modern yang diaplikasikan dalam dua varian busana, yakni ready to wear dan evening gown bertema Forbidden Garden.
Sesuai dengan tema yang diambil, koleksinya memang terinspirasi dari kebun yang terlarang. Ini dapat terlihat dalam siluet, detail, warna pada koleksinya.
"Koleksi ini terinspirasi dari taman misterius dengan yin dan yang dari tanaman mengerikan dan bunga indah yang sedang berkembang. Tujuannya, ingin memperlihatkan karakter perempuan yang kuat dan feminisme," ujarnya dalam presentasi karyanya di Jakarta, Rabu (29/10/2014).
Warna-warna seperti abu-abu, hitam, merah serta putih mendominasi koleksi fall dan winter ini, sehingga membuat kesan yang misterius.
Hal ini, sangat melambangkan siklus dan sikap seorang perempuan, seperti abu-abu yang melambangkan kebosanan, hitam melambangkan kesedihan, merah melambangkan kebahagiaan dan putih melambangkan kelahiran.
Sementara untuk isi kebun sendiri, seperti beragam bunga diaplikasikan dalam manik, aksen lipat kelopak bunga hingga embroidery 3D.
"Bunga-bunga tersebut memiliki arti. Seperti bunga teratai yang tidak pernah kehilangan keindahannya di kolam yang keruh. Ini menunjukkan bahwa perempuan modern menjalani hari dengan feminitas dan kekuatan," tambah laki-laki lulusan ESMOD ini.
Sedangkan untuk koleksi ready to wear, Yosep memberikan karakter yang klasik dan sensual dalam koleksinya. Seperti sebuah sleeveless maxi dress yang memiliki belahan tinggi di bagian paha atau sleeveless A-line dress dengan potongan punggung yang cukup rendah.
"Saya ingin setiap perempuan merasa cantik ketika mengenakan gaun karya saya," ujarnya.
Koleksi yang didedikasikan untuk pasar internasional ini ditawarkan dengan jangkauan harga sekitar Rp3 juta sampai Rp5 jutaan. Sementara evening gown atau busana customize dibanderol mulai dari Rp10 jutaan.
Koleksi ini bisa didapatkan di showroom Lotuz yang berada di Jalan Dempo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (Dinda Rachmawati)
Berita Terkait
-
Bobby Nasution: Sumut Siap Jadi Pusat Fashion Indonesia Lewat Wastra
-
Gandeng Lansia dan Hidupkan Payet Sabit Jadul, Khayae Curi Perhatian di IFW 2026
-
Dulu Dianggap Membosankan, Kini Basic Wear Jadi Kunci Gaya Personal Leticia Joseph
-
Tak Sekadar Hunian, BTN Hadirkan Pengalaman Baru Lewat Fashion & Lifestyle
-
Tren Office Shoes Masa Kini: Ketika Kenyamanan Jadi Prioritas Pekerja Urban
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Pemain Liga Inggris Rp596 M Punya Nenek Kelahiran Semarang, Bisa Dinaturalisasi?
-
Indonesia-Thailand Luncurkan Roadmap Kemitraan Strategis 2026-2030
-
Review Home School: Saat Belajar di Sekolah Tak Harus Lewat Buku Pelajaran
-
18 Bank Segera Bangkrut, Ini Bocoronnya
-
XL Ultra 5G+ Rebut Takhta Jaringan Terbaik di Indonesia, Kecepatan Tembus 500 Mbps!
-
7 Sisi Gelap Zodiak Scorpio Saat Marah dan Cemburu, Emosinya Sulit Ditebak
-
Kemiren Lawan Komersialisasi Budaya Lewat Wirausaha UMKM Berkelanjutan
-
Hino Indonesia Perkuat Kolaborasi Pendidikan Vokasi di GIIAS 2026
-
Dua Kabar Baik untuk Bulog: Margin Fee Naik dan Bunga Kredit Turun, Laba Diproyeksi Rp1,14 Triliun
-
Rapor Merah Timnas Indonesia Usai Dipecundangi Vietnam: Finishing Buruk, Pertahanan Bocor