Suara.com - Penasaran ingin mengetahui lebih banyak bagaimana roda perdagangan tas bekas bermerek di Jakarta, maka saya menemui Putri Fajar yang telah menekuni bisnis ini selama enam tahun.
Saat suara.com bertandang ke rumahnya di kawasan Cipinang, Jakarta Timur, sederet tas bermerek tersimpan rapi di rak yang berada di lantai dua. Menurut Putri, harga tas-tas itu berkisar antara Rp5 juta (untuk tas merek menengah) hingga Rp600 juta (untuk tas high end).
Selain tas-tas bermerek, Putri juga menjual sepatu dan beragam aksesoris. Tapi untuk dua item terakhir ini biasanya adalah barang baru.
Putri memang sengaja tak membuka butik atau toko untuk menjalankan usahanya. Roda usahanya lebih banyak dijalankan secara online melalui akun facebook atau instagram @putrifajar_authenticbags.
Langkah ini diambil karena perputaran barang dagangannya sangat cepat. Apalagi jika itu menyangkut tas-tas high end seperti Hermes, Louis Vuitton, atau Channel meski harganya mencapai puluhan juta rupiah. Hampir setiap minggu koleksinya bisa berganti. Dan dalam sebulan Putri mengaku rata-rata menjual puluhan tas!
Dan kisah perburuan perempuan Jakarta untuk memiliki tas bermerek ternyata seperti drama. Saking ngebetnya memiliki tas bermerek, tak jarang perempuan rela menguras habis tabungannya. Dan hanya dalam hitungan hari, mereka menjual lagi tas seharga puluhan hingga ratusan juta rupiah itu sebagai tas bekas dengan alasan butuh uang.
"Sering mereka memaksa minta dicarikan tas dengan model tertentu, hanya agar bisa menentengnya di acara yang harus dihadirinya," ujar ibu dua anak ini.
Namun tak sedikit juga orang yang memang memburu tas-tas bermerek untuk dikoleksi. Menurut Putri, mereka yang masuk golongan ini adalah para penggemar fanatik merek tertentu. Mereka biasanya memesan jauh-jauh hari, dan minta dihubungi jika memang model tas yang diinginkannya tersedia.
Golongan ini biasanya sangat detil memperhatikan tas yang akan dibelinya, dan tak segan membatalkan niatnya membeli jika memang tak sesuai dengan keinginan mereka. Mereka biasanya memburu tas-tas yang memang terbatas dan sangat sulit didapatkan.
Dari berbagai kalangan.
Pelanggan yang datang ke Putri, baik yang menitipkan atau membeli tas bekas bermerek, datang dari berbagai latar belakang. Baik pengusaha, artis, istri pejabat atau orang biasa.
"Bahkan kadang pelajar atau mahasiswa pun membeli tas yang harganya puluhan juta rupiah," ujar Putri yang tak sanggup menyembunyikan rasa herannya.
Tak jarang, ibu dua anak ini juga menerima pelanggan dari luar Jakarta atau malah dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura dan Thailand yang melakukan transaksi secara online. Namun ia mengaku tidak melayani pembeli yang datang terlalu jauh seperti dari Amerika Serikat.
"Terlalu berisiko," ujar Putri.
Mengapa orang begitu percaya pada Putri, karena ia memberikan jaminan produk yang dijualnya 100 persen tulen alias asli. Bahkan, jika ternyata produk yang dibeli darinya terbukti palsu bertahun-tahun kemudian, ia tak segan mengganti uang yang telah dibayarkan oleh pelanggannya.
Sementara Thanthan, dari Pronto Moda mengatakan bisnis tas bekas bermerek ini sangat menjanjikan. Sangat banyak perempuan, ujarnya, menggilai barang bermerek termasuk tas bermerek. Dan mereka datang dari berbagai kalangan.
"Dan mereka akan senang jika bisa memilikinya satu saja, bahkan ketika itu bukan barang baru," kata dia.
Berita Terkait
-
Baru 2 Jam Dibeli, Tas Chanel Seharga Ratusan Juta Milik Aktris Taiwan Raib di London!
-
Bergaya Tertutup di Aceh, Aaliyah Massaid Tenteng Tas Bermerek Seharga 3 Honda BeAt
-
5 Tas Bermerek Dhini Aminarti, Beda Selera dengan Kartika Putri
-
5 Koleksi Tas Bermerek April Jasmine, Istri Ustaz Solmed yang Baru Saja Pamerkan Rumah Mewah
-
Kena Getah Kritikan Bima, Kadinkes Lampung 'Kabur', KPK Langsung Bereaksi
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Putusan MK soal Anggaran MBG Dinilai Masih Sisakan Celah hingga 2027
-
Bocah SD Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Kini Jalani Operasi, Polisi Selidiki Kasusnya
-
Berapa Banyak Warga Sulsel Nikmati Program MBG? Ini Data Kementerian Keuangan
-
Usai Perry Warjiyo Mundur, Prabowo: Kita Harus Jadi Satu Tim yang Mendukung!
-
PN Jaksel Tolak Praperadilan Lodewyk Pusung, Status Tersangka Korupsi MBG Tetap Sah
-
Jatim Media Summit 2026: Ancaman Siber Mengintai Media dan Kreator, Keamanan Digital Jadi Keharusan
-
Mentan Luruskan Klaim Presiden Prabowo soal Penggilingan Padi Untung Rp2 Triliun per Bulan
-
Sudah 26 Tahun Tak Berubah, Mendagri Beri Lampu Hijau Revisi Aturan Gaji Kepala Daerah
-
Bukan Gagal, Penurunan Kepuasan Publik ke Prabowo Disebut Bukti Agenda Bersih-bersih Berjalan
-
Sabun Cuci Muka Sombong Apakah Sudah BPOM? Intip Fakta dan Harganya