Suara.com - Piala Oscar atau Academy Awards 2015 baru saja usai. Ada kegembiraan dan ada juga kesedihan. Para nomine, baik yang berhasil menang atau pun gagal, akan menikmati acara Governors Ball. Acara ini adalah pesta yang dilakukan setelah digelarnya acara penganugerahan Piala Oscar.
Setiap tahun, ada tiga acara yang digelar terkait ajang paling bergengsi di dunia film tersebut. Pertama adalah red carpet atau karpet. Ini adalah acara sebelum digelarnya pemberian penghargaan kepada insan film.
Red carpet biasanya akan menjadi bahan sorotan para jurnalis foto di mana para selebritis memamerkan busana yag dipakainya. Setelah itu adalah malam penganugerahan. Usai acara, digelar Governors Ball yang merupakan pesta bagi para peraih Piala Oscar dan juga para nomine.
Irma Hardjakusumah adalah perempuan asal Indonesia yang diberi tanggung jawab untuk merancang pesta tersebut. Ini bukan kali pertama alumni Universitas Indonesia itu diberi tanggung jawab dalam sebuah acara tingkat dunia. Irma (39 tahun) juga pernah merancang pesta bagi peraih Piala Emmy, yang merupakan Oscar bagi insan dunia televisi.
“Kalau buat pekerjaan saya, Oscars Governors Ball tingkat kesulitannya lebih tinggi. Sebagian besar karena lokasi dan tipe ballroom/ruangnya. Emmys Governors Ball berlokasi di Convention center, di mana langit-langitnya dua kali lebih tinggi dari ballroom oscars dan truck bisa masuk sampai pintu convention center,” kata Irma kepada suara.com melalui surat elektronik.
Irma menyebut dirinya sebagai set designer. Namun, tidak jarang dia menjadi designer multidisiplin. Ibu satu anak ini sudah 17 tahun tinggal di Amerika. Bukan hal mudah untuk bisa mendapatkan kepercayaan untuk menghandle acara besar tingkat dunia.
“Di sini tidak ada jalan pintas. Semua yang mau berhasil harus bersedia untuk kerja keras dan mulai dari bawah. Biasanya saya mendapatkan pekerjaan berdasarkan referral atau review dari orang-orang yang pernah bekerja dengan saya (mouth to mouth). Selama 17 tahun saya berkecimpung di dunia ini alhamdulillah saya telah mendapatkan kesempatan untuk bertemu dan bekerja dengan big players in the industry seperti para produser, para ahli lighting, technical directors, berbagai agency dan production houses bahkan end clients seperti Burberry London, Swarovski di Zurich, Patek Philippe di Geneva,” jelasnya.
Irma mengungkapkan, salah satu cara untuk bisa meraih sukses di Amerika adalah always keep your promise. Kata dia, jangan pernah menjanjikan sesuatu yang belum tentu bisa dipenuhi.
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Polisi Tangkap Enam Perampok Spesialis Nasabah Bank di Jakarta dan Bekasi
-
BRI Siapkan KPR DP 1% Hingga Tenor 30 Tahun untuk Danantara Housing Expo 2026
-
Avanza Seret Vixion di Palembang Ternyata Berawal dari Rencana Buka Warung Kopi
-
Ulasan The Kidnapping Day: Menemukan Makna Keluarga dari Kisah Penculikan
-
5 HP Realme RAM 8 GB Murah Mulai Rp1 Jutaan, Ini Pilihannya
-
BRI Dukung Edukasi Keamanan Transaksi Digital dan Bahaya Modus Penipuan di Situbondo
-
Karhutla Ganggu Kualitas Udara, 934 Kasus ISPA Tercatat di Kayong Utara
-
Pemilik KM Mutiara Sentosa II Diduga Bermasalah, 3 Kali Alami Kecelakaan Kapal
-
Diduga Intimidasi Warga yang Nongkrong, Polresta Solo Amankan 4 Orang
-
Poco C81 Pro Bikin HP Entry-Level Makin Gahar, Bawa Baterai 6000mAh dan Layar 120Hz