Suara.com - Bermain memegang peran penting untuk mengoptimalkan kecerdasan dan kemampuan fisik anak. Namun sayangnya, menurut penelitian yang dilakukan oleh playday.org.uk, waktu bermain anak telah mengalami penurunan sebesar 25 persen selama 20 tahun terakhir.
Melihat hal ini, Toys Kingdom salah satu toko mainan di Indonesia, ingin membantu dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak melalui berbagai program-program menariknya.
Dalam rangka ulang tahunnya yang ke 5, Toys Kingdom mengadakan Toys Kingdom Fun Fair 2015 dengan tema "Celebration of Smile" ini diselenggarakan di West Atrium Living World, Alam Sutera, Tangerang, dari 10 hingga 28 Juni 2015.
"Selama ini toko mainan, cenderung mengakomodir kebutuhan para kolektor atau orang dewasa saja. Melalui Fun Fair ini, kami ingin menjangkau seluruh usia, untuk semua keluarga Indonesia dan meningkatkan betapa pentingnya mainan untuk anak-anak," ujar Harianus Zebua, Manajer Promosi dan Periklanan Toys Kingdom dalam pembukaan 'Toys Kingdom Fun Fair 2015' di Tangerang, Kamis (11/6/2015).
Acara ini, lanjut Hari, mengkombinasikan pameran mainan dengan aktivitas-aktivitas kreatif dan menyenangkan dalam bentuk show, kompetisi hingga workshop.
Area 'Toys Kingdom Fun Fair 2015' didekorasi dengan mengusung tema 'Kerajaan Mainan' dan membagi tujuh zona seperti konsep yang ada di toko Toys Kingdom, yang meliputi Boys Zone, Girls Zone, Baby Zone, Outdoor Zone, Education/Brain Zone, Animal Zone dan Fun Games & Party Zone.
Event ini didukung oleh merek global seperti Lego, Silvanian, Play Mobil, Siku, Hape, Carrera hingga Luvable.
Menurut Hari, kegiatan ini merupakan ajakan kepada seluruh keluarga Indonesia untuk meluangkan waktu berinteraksi secara langsung dengan mainan fisik, yang tentunya memiliki manfaat bagi tumbuh kemang anak, di mana anak bis menjadi aktif, kreatif dan sehat secara mental.
"Kami ingin menghadirkan mainan fisik yang lebih beragam, juga bukan hanya sekedar barang koleksi, namun menyajikan mainan seperti playset dan bentuk mainan outdoor untuk selalu mendukung perkembangan anak," ujarnya.
Berita Terkait
-
Trauma Masa Kecil: Luka yang Berawal dari Hal-hal yang Dianggap Sepele
-
Bocah Jenius atau Terlatih? Mengenal Nala, Anak TK yang Fasih Bicara Soal Biomedis
-
Eco Parenting, Cara Sederhana Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan pada Anak
-
Satu Tante yang Teredukasi Bisa Berdayakan Satu Keluarga, Gimana Caranya?
-
Halo Tante dan Om! Cara Komunitas Ini Mengubah Pola Asuh Kaku Menjadi Lebih Inklusif
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
Terkini
-
Pendiri Telegram Pavel Durov Masuk Daftar Buronan Terorisme Rusia
-
4 Gaya OOTD Y2K Chic ala Juun Hearts2Hearts, Manis tapi Tetap Edgy!
-
Uangnya Kelihatan Baru, Eh Ternyata Palsu! Penjual Jamu di Blitar Jadi Korban
-
Nikmati Weekday Brunch All You Can Eat Mulai Rp150.000 dengan City View di Manhattan Hotel Jakarta
-
Bulog Bangun Pabrik Raksasa Pengolah Beras Kapasitas 120 Ton di Lampung Timur
-
Review Frankenstein: Kisah Tragis dan Ambisi Manusia yang Melawan Kematian
-
Romantisnya Kebablasan, Pasutri Diciduk Polisi Usai Jadi Pengedar Sabu di Lamongan
-
Gelapkan Dana Siswa Ratusan Juta, Kepala SMA di Kepri Ditangkap
-
Kasus Keracunan MBG Disorot, Guru Besar UGM Sebut SPPG Dibebani Produksi Berlebihan
-
IHSG Masih Melempem Hari Ini, Saham Prajogo Melesat