Suara.com - Semua orang ingin menjadi bos bagi diri mereka sendiri, ingin bis amnegatur jam kerja sendiri. Sayangnya untuk itu, kadang seseorang harus punya perusahaan sendiri. Tapi jika itu tak mungkin masih ada solusi alternatif, menjadi pekerja paruh waktu alias freelance.
Menjadi pekerja paruh waktu, memungkinkan Anda untuk menjadi bos sendiri. Anda dapat bekerja di mana pun Anda inginkan dan kapanpun Anda inginkan dan dapat beristirahat kapanpun diinginkan. Namun, setiap freelancer tahu bahwa kebebasan datang dengan harga.
Dan berikut harga yang dibayar untuk menjadi seorang freelancer:
Anda menjadi jarang berbincang dengan orang lain
Di permukaan, bekerja dari rumah adalah mimpi, tapi setelah beberapa minggu, Anda akan menyadari Anda makin kurang berinteraksi dengan orang lain. Anda muncul dan baik mulai mengomel tak jelas tentang apa yang Anda lakukan hari itu atau Anda memiliki kesulitan berbicara. Atau ketika waktu menunjukkan pukul 9 pagi, Anda masih belum memiliki secangkir kopi pertama Anda.
Bekerja di kafe kadang membosankan
Kadang rumah bukan tempat yang paling produktif untuk bekerja, sehingga Anda harus mengungsi ke kedai kopi. Dengan memesan secangkir kopi, Anda dapat menggunakan semua kertas toilet dan Wi-Fi yang Anda inginkan. Ini seperti kantor! Kecuali bahwa Anda akhirnya merasa seperti terlalu banyak mengambil keuntungan, sehingga terpaksa membeli sandwich dengan harga lebih mahal. Atau meja favorit Anda ditempati orang lain.
Anda selalu memeriksa email
Anda mendapatkan sangat baik mengetik kata-kata "hanya memeriksa." Tidak ada cara menyenangkan untuk menindaklanjuti e-mail yang tidak menjawab, tapi ini tampaknya seperti pilihan terbaik, kan? Setidaknya itu lebih baik daripada menulis, "Hei, hanya ingin tahu apakah saya akan membuat uang melakukan hal ini?" Atau, "Hei, kau tahu ketika saya dibayar untuk itu hal yang saya lakukan beberapa waktu lalu? Bukan berarti saya butuh uang, tapi serius, Anda tahu kapan cek akan melalui? "
Jadwal gajian tidak teratur
Menjadi pekerja paruh waktu berarti Anda tidak bekerja secara teratur untuk satu perusahaan. Mungkin Anda akan dibayar dalam dua minggu, satu bulan atau malah lebih. Dibutuhkan kedisiplinan untuk mengatasi kondisi ini.
Bokek adalah hal yang sering terjadi
Karena jadwal pembayaran yang acak, Anda akan sering melalui saat-saat ketika rekening bank Anda di titik terendah. Tapi ada potensi bahwa uang puluhan juta tiba-tiba saja mengisi rekening Anda.
Tak selamanya sibuk
Beban kerja Anda akan berfluktuasi sebagaimana upah Anda. Dalam seminggu mungkin Anda harus menyelesaikan banyak hal, tapi minggu selanjutnya Anda tak mengerjakan apapun.
Masa luang tak selalu terasa gratis
Anda akan menghabiskan banyak waktu luang Anda dengan pikiran harusnya Anda bekerja. Ketika tidak ada perbedaan yang nyata antara hari Sabtu dan Selasa itu mudah untuk merasa seperti Anda hanya mengambil uang dari diri sendiri.
Pitching demi pitching
Menjadi pekerja paruh waktu, Anda akan terjebak mengerjakan sesuatu yang Anda mungkin tidak menyukai atau bahkan tahu banyak.
Tak ada 'dress code
Banyak tempat kerja mengharuskan jas dan dasi, dan sangat hanya sedikit yang membiarkan Anda bekerja dengan kaus atau celana jeans. Menjadi pekerja paruh waktu akan membesakan dari smeua itu, bahkan Anda bisa bekerja tanpa harus mandi terlebih dahulu. (askmen.com)
Berita Terkait
-
Fenomena Kerja "Serabutan" di Era Modern: Cari Fleksibilitas atau Terpaksa?
-
Pekerja Lepas dan Freelancer Berhak Dapat THR, Begini Cara Hitungnya agar Tak Tertipu
-
Cara Membuat BPJS Ketenagakerjaan untuk Freelancer agar Kerja Makin Tenang
-
Daftar Website Freelance 2026 dengan Gaji Dolar
-
5 Laptop Asus Harga Rp3 Jutaan Terbaik untuk Freelance, Cocok untuk Multitasking
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok