Suara.com - Jika Anda berpikir bahwa menjadi lajang akan membawa kesedihan dalam hidup, Anda mungkin salah. Pasalnya sebuah penelitian menyebut bahwa para lajang juga bisa memiliki kehidupan yang bahagia dan memuaskan.
"Temuan kami menunjukkan bahwa mereka yang memilih untuk tetap lajang cenderung kurang bahagia dibandingkan mereka yang memiliki kekasih atau sudah bekerluarga, tapi tak semua orang mengalaminya. Sebagian yang memilih lajang melaporkan bahwa mereka bahagia dan puas dengan kehidupan saat ini," kata pemimpin penelitian Yuthika Girme, dari University of Auckland.
Sebagian lajang yang bahagia dengan kehidupannya, menurut peneliti umumnya memiliki ketakutan atau trauma tertentu ketika menjalani suatu hubungan. Sehingga, dengan menjadi lajang mereka merasa lebih aman dan bahagia.
Untuk mendapatkan temuan ini peneliti melakukan survei terhadap 4000 responden berusia 18-94 tahun di Toronto, Kanada Amerika Serikat. Seperlima dari responden memilih untuk menjadi lajang di sisaa hidupnya.
Hasil penelitian menyebut bahwa menjadi lajang bisa mengurangi rasa cemas dan traumatik yang ditimbulkan dari menjalani sebuah hubungan percintaan. Ini yang mengakibatkan responden lajang bahagia dengan status kesendiriannya. (Zeenews)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan