Suara.com - Studi membuktikan 25% waktu para pekerja di kantor dihabiskan sebagian besar untuk menjawab email, membuat email dan membaca email. Tentunya selain mudah dan bisa diakses kapan dan dimana saja, email juga merupakan media yang kerap digunakan untuk bertukar informasi kepada rekan kerja, klien hingga atasan Anda.
Jika tidak dilakukan dengan benar, kesalahan tersebut bisa berbahaya untuk karir Anda. Sebelum Anda menjawab email di kantor ada baiknya untuk membaca rtikel berikut ini.
1.Penggunaan kata sapa
Saat mulai membuat email kantor baiknya perhatikan penggunaan kata sapaan, agar terlihat kasual dan santai terkadang banyak para pekerja yang salah menggunakan kata sapaan dan pada akhirnya menggunakan kata seperti 'Hey' atau 'Yo' dan lainnya. Idealnya adalah untuk pemilihan kata sapaan yang benar bisa digunakan pilihan seperti 'Hi' atau Hello sebagai kata sapaan awal email Anda.
2. Gurauan yang tidak sopan
Ketika Anda sudah merasa akrab dengan klien atau rekan kerja hingga atasan sebisa mungkin untuk menghindari gurauan atau lelucon saat mengirimkan email kantor. Idealnya adalah body email harus selalu bersifat format, jelas dan lugas, hindari sebisa mungkin kalimat yang tidak sopan di email Anda.
3. Kurang peka
Yang perlu diperhatikan ketika mulai membuat email kepada klien asing adalah, perhatikan dengan benar gaya bahasa dan kebiasaan mereka dalam mengunakan kalimat dan tentunya gaya bahasa yang biasa digunakan.
4. Kesalahan penulisan
Terkadang ketika menuliskan sesuatu ada beberapa kalimat yang salah tulis atau typo atau grammar yang kurang tepat dalam Bahasa Inggris, sebelum Anda mengirimkan email kepada klien, rekan kerja atasan dan lainnya perhatikan dengan benar penulisan dan cek kembali sebelum Anda mengirimkan email tersebut.
5. Mengirimkan email yang tidak lengkap
Hal yang satu ini juga wajib Anda perhatikan, yaitu kesalahan saat mengirimkan email mulai dari isi email yang tidak tepat hingga judul email dan tentunya alamat email yang akan dikirimkan. Jangan terlalu tergesa untuk mengirimkan email setelah body email selesai dituliskan, perhatikan dengan benar semua hal tersebut barulah email bisa dikirimkan.
| Published by Karirpad.com |
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan