Suara.com - Pilot adalah pemimpin dalam sebuah perjalanan udara menggunakan pesawat terbang. Hal-hal terkait kabin pesawat yang selama ini Anda pilih untuk membawa ke tujuan tertentu ternyata menyimpan rahasia besar di baliknya. Dan orang yang paling mengetahui seluk beluk di dalam pesawat adalah pilot.
Berikut lima rahasia mengenai perjalanan udara yang selama ini hanya diketahui pilot, seperti dikutip dari laman Prevention.
1. Kapan waktu terbaik untuk terbang?
Waktu yang paling baik untuk melakukan penerbangan adalah pada pagi hari. Mengapa? Karena pagi hari adalah saat yang tidak mungkin mengalami penundaan penerbangan, sehingga Anda dapat sampai tujuan tepat waktu. Selain itu, selimut yang digunakan juga masih sangat bersih, karena untuk penerbangan selanjutnya tetap menggunakan selimut yang sama.
2. Seberapa sering sebuah kabin dibersihkan?
Hampir di semua maskapai, sebuah kabin pesawat hanya dibersihkan sehari sekali, biasanya pada malam hari. Berapa banyak orang yang ada di kabin, sebesar itu pula penyebaran virus dan bakteri dapat terjadi pada Anda. Salah satu caranya adalah selalu membawa tisu basah atau antiseptik saat melakukan penerbangan agar terjaga dari risiko penyakit.
3. Dimana tempat teraman di dalam pesawat?
Jawabannya ekor! Karena bagian kokpit cenderung dijadikan beban kerusakan saat dalam keadaan darurat. Oleh karena itu, pesan kursi paling belakang jika Anda ingin berada di tempat teraman di dalam pesawat.
4. Apa bandara penerbangan paling menakutkan untuk landing?
Landasan pacu pendek Burbank di California dan medan lembah di Missoula, Montana dengan rute pendaratan yang dibuat sangat rumit. Tapi tidak perlu khawatir karena pesawat yang ada sekarang telah dirancang mendarat di tempat yang sulit sekalipun. Perlu diingat, kelancaran pendaratan tidak ada hubungannya dengan keselamatan. Pesawat yang saat mendarat terasa kasar biasanya dipicu oleh bantingan rem yang tidak berbahaya untuk penumpang.
5. Apa sebenarnya yang dimakan kru pesawat?
Nah, ini juga yang perlu kita ketahui, faktanya kebanyakan pramugari membawa makanan sendiri dari luar. Bisa disebabkan oleh stok yang habis karena telah dipesan penumpang atau memang makanan buatan sendiri lebih berkualitas dari makanan yang ada di pesawat. Bagi Anda yang ingin terhindar dari kelaparan saat di dalam pesawat bisa memilih untuk makan terlebih dahulu di bandara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan