Suara.com - Bayi gajah betina yang merupakan anak dari Chawang dan Sri Nandong telah menampakkan diri dengan tingkah polanya bak putri raja yang menggemaskan, mulai dari belajar berjalan, mandi, atau makan.
Setelah berat badannya bertambah 40 persen, bayi gajah yang baru berusia dua bulan ini siap bergabung dengan para gajah dewasa di Wahana Gajah Night Safari dan menyambut para pengunjung.
Perlu diketahui, orangtua bayi gajah yang bernama Chawang merupakan hewan terbesar di Taman Safari Singapura, dengan berat badan empat ton. Tak heran bila selama ini ia dianggap sebagai Raja Night Safari. Dan, putrinya yan belum diberi nama itu sudah siap bergabung dengan lima ekor gajah lainnya di taman safari nokturnal yang pertama di dunia.
Selain kedua orangtuanya, kakak laki-laki bayi gajah itu, Sang Wira yang berusia 15 tahun, juga tinggal di taman safari tersebut.
Bayi gajah yang selalu ingin tahu dan cerdas ini mengejutkan para penjaga hewan pada 12 Mei tahun ini, ketika ia lahir ke dunia lebih awal dari perkiraan—Sang ibu baru hamil 19 bulan. Padahal umumnya masa kehamilan gajah sekitar 22 bulan.
Sejalan dengan semangat hidupnya yang berapi-api, si kecil tumbuh sangat cepat. Beratnya bertambah menjadi 210 kg, dari berat awal 149 kg saat ia lahir. Ia selalu ingin tahu apa saja, dan merupakan penggemar berat segala sesuatu yang basah.
Ia takkan pernah melewatkan kesempatan untuk berendam di kolam bermainnya, dan setelah itu berguling-guling di pasir.
Bayi gajah ini memang mulai menikmati kemandiriannya dan sangat dekat dengan ‘Bibi Tun’, perawat hewan yang penuh dedikasi yang ia anggap sebagai teman main yang luar biasa.
Gajah hidup dalam kelompok yang sebagian besar terdiri dari gajah-gajah betina yang masih berkerabat, yang berperan sebagai ibu pengganti bagi gajah-gajah muda dalam kelompok tersebut.
Meskipun bukan kerabat, Tun terus memainkan peran ini dengan penuh semangat dan senantiasa berada dekat untuk mengawasi si kecil.
Bayi gajah cerdas, lucu dan menggemaskan itu sudah mempunyai banyak pengikut di media sosial, setelah menjadi bintang dua video yang menunjukkan bagaimana ia menikmati segala sesuatu yang umumnya dilakukan oleh gajah seperti bermain air di kolam khas yang berwarna-warni pelangi, berjalan-jalan, dan mencoba makanan gajah dewasa.
Para penjaga anak gajah itu sedang menunggu kepribadiannya untuk terus berkembang sebelum memilih nama yang sesuai, yang mencerminkan karakternya, yang akan dipilih dalam beberapa bulan mendatang.
Dr Cheng Wen-Haur, Deputy Chief Executive Officer, dan Chief Life Sciences Officer mengatakan, kelahiran bayi gajah betina ini sangat penting karena gajah berkembang biak sangat lambat. "Ia akan berkontribusi pada pencapaian populasi yang lestari dalam perlindungan manusia. Ia juga akan memainkan peran utama sebagai duta untuk meningkatkan kesadaran akan nasib para kerabatnya di alam liar, yang terancam punah," terangnya.
Gajah Asia termasuk dalam daftar daftar merah IUCN bagi Satwa yang Terancam Punah (IUCN Red List of Threatened Species), lebih dari satwa sejenis yang lebih terkenal, gajah Afrika.
IUCN itu sendiri merupakan singkatan dari International Union for the Conservation of Nature atau Uni Internasional Bagi Pelestarian Alam.
Ancaman kepunahan gajah Asia, termasuk kehilangan habitat dan konflik manusia-gajah. Habitat asli gajah Asia seringkali ditanami pohon dan dibersihkan untuk pembangunan pertanian dan perkotaan.
Diperkirakan hanya sekitar 40.000 sampai 50.000 ekor Gajah Asia masih hidup di alam liar. Untuk mendukung pelestarian spesies satwa yang anggun ini, Wildlife Reserves Singapore (WRS) berperan aktif dalam komite penyelenggara ASEAN Captive Elephant Working Group (Kelompok Kerja ASEAN
untuk Gajah yang Ditangkap), dan berperan penting dalam pembentukan Asian Elephant Endotheliotropic Herpes Virus Taskforce.
Di samping itu, WRS membiayai proyek lapangan Management and Ecology of Malaysian Elephants (MEME) di Malaysia dan Elefant Asia di Laos.
Berita Terkait
-
Menyusuri Al Balad, Kota Tua Jeddah yang Menyimpan Jejak Peradaban Berabad-Abad
-
7 Destinasi Wisata Terbaik di Bengkulu yang Wajib Dikunjungi Wisatawan
-
Sensasi Healing di Kota Kreatif Bali, Coba Ragam Aktivitas Taman sampai Gerbang Futuristik
-
Tak Sekadar Wisata, Bagaimana Edukasi dan Restorasi Sains Menjaga Terumbu Karang?
-
Menemukan Sisi Tenang Uskudar di Tengah Istanbul
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Sepatu New Balance Tanpa Tali Apa Saja? Ini 4 Pilihan yang Modis Lengkap Harganya
-
5 Shio yang Beruntung Hari Ini, Ada Peluang Rezeki dan Kemajuan Karier
-
Beda Pompa Air Biasa dan Pompa Booster, Jangan Salah Pilih untuk Rumah Anda
-
Apakah Bedak Tabur Marcks Aman untuk Kulit Berjerawat? Ini Klaim dan Kandungan 3 Variannya
-
Terpopuler: Pilihan Kulkas yang Dingin saat Mati Listrik, Cushion Wardah untuk Kulit Kering
-
5 Zodiak Paling Beruntung 23 Juni 2026, Taurus dan Virgo Diprediksi Ketiban Hoki
-
Peran Baru Lee Jong Suk, Debut sebagai Duta Merek di Asia
-
Mengenal Sandiana Soemarko, Filantropis Indonesia di Balik Berbagai Aksi Kemanusiaan
-
Rangkaian Skincare Viva untuk Remaja Atasi Masalah Kulit di Masa Pubertas
-
Proses Veneer Gigi di Damessa dari Awal hingga Selesai