Suara.com - Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) terkenal dengan sembilan titik eksotis objek wisata bawah laut atau underwater tourism yang dimiliki. Untuk memaksimalkan objek wisata tersebut, Lembata telah bekerja sama dengan Rebreather Association International Divers (RAID).
"Kami sudah menggandeng RAID International. Mereka akan memfasilitasi dan melatih sejumlah diver (penyelam) lokal Lembata menjadi diver guide profesional,” kata Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, yang didampingi Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Lembata, Longginus Lega, Lembata, Kamis (14/7/2016).
Menurut Sunur, underwater tourism di Lembata sudah saatnya menjadi primadona. "Kami ingin mengorbitkan underwater tourism Lembata ke level dunia. Kita harus berpikiran global, agar cepat naik kelas," ujarnya.
Untuk urusan sumber daya alam, Sunur tak khawatir. Alam Lembata, kata dia, sudah banyak dikaruniai banyak keindahan. Sebagai salah satu wilayah transisi flora dan fauna antar dua benua, Asia dan Australia, banyak biota laut yang unik dan langka, yang bisa dijumpai para penyelam.
Itu belum termasuk Batu Tara, sebuah pertunjukan spektakuler dari gunung berapi bawah laut yang meletus setiap 20 menit sekali. Pemandangan letusan tersebut akan menjadi pengalaman wisata yang tidak akan pernah dilupakan pengunjung. Lembata, menurut Sunur, tinggal meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
"Kami harus menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Jangan sampai, ketika ada kebutuhan tamu untuk diving di Lembata, kita harus mendatangkan dive guide dari luar daerah. Ke depan, hal itu tidak boleh terjadi lagi," ujarnya menuturkan.
Dalam kerjasama ini, RAID menawarkan rangkaian lengkap program akademik penyelam online dari pemula sampai tingkat instruktur untuk snorkeling (menikmati dunia bawah laut), scuba, dan freediving (menyelam).
Rencananya, pada tahap I, para Instruktur RAID akan melatih lima orang dari Pemerintah Kabupaten Lembata untuk menjadi dive guide. Mereka adalah Polykarpus Kuya, Lodovikus N Atawolo, Marselus Bao Irak, Rofinus Marianus Menteiro, dan Hyronimus DM Wukak.
Kelima orang ini akan mengambil kursus dari tingkat open water (pengetahuan tentang laut) hingga rescue (tindakan penyelamatann) mulai 18 Juli 2016. Tempat pelaksanaan pelatihan adalah di Tulamben, salah satu dive spot terbaik di Lembata.
Beberapa waktu lalu, Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya menyebut, Lembata sudah terkenal dengan wisata baharinya sejak dulu. Sayangnya, syarat 3A (atraksi, akses, dan amenitas) belum mencukupi.
"Akses dan amenitasnya (fasilitas pendukung) masih belum sekelas dengan atraksinya, karena itu untuk memajukan Lembata, yang harus dipikirkan adalah dua A itu," katanya.
Tetapi, lanjut laki-laki yang mantan Dirut PT Telkom ini, apa yang sedang dilakulan Sunur untuk menjadikan Lembata sebagai destinasi kelas dunia patut dihargai. Arief mencontohkan bupati Banyuwangi, yang berhasil mengubah wajah daerahnya menjadi destinasi wisata yang lengkap dan hidup.
"Kalau komitmen penyelenggara daerah kuat, tidak ada yang tidak bisa," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!