Suara.com - Di Indonesia, nasi begitu akrab bagi semua masyarakat. Bukan hanya karena mudah dan cukup terjangkau untuk didapatkan, makanan sumber karbohidrat ini juga sangat cocok untuk dipasangan dengan berbagai macam lauk pauk, seperti rendang, sup, hingga soto.
Namun saat ini, banyak orang semakin sadar akan dampak buruk nasi yang dikonsumsi, khususnya pada nasi putih. Karena setelah dimakan, pati dalam nasi putih bisa berubah menjadi gula dan akhirnya memberikan kontribusi untuk lemak tubuh.
Tapi bagaimana jika Anda tahu bahwa ternyata ada teknik memasak yang dapat mengurangi nilai kalori nasi putih hingga 50 persen?
Peneliti di Sri Lanka, Sudhari James bersama mentornya, telah menemukan cara baru untuk memasak nasi, yang bukan hanya akan membuatnya rendah kalori, tetapi juga menawarkan manfaat tambahan. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat Anda lakukan.
Pertama, rebus air dalam panci. Sebelum memasukkan beras yang sudah dicuci bersih, tambahkan minyak kelapa terlebih dahulu. Perlu diingat, bahwa jumlah minyak kelapa harus 3 persen dari beras yang ingin Anda masak.
Misalnya, untuk setengah cangkir beras tambahkan satu sendok teh minyak kelapa. Lalu masukan beras hingga matang. Setelah selesai dimasak dinginkan nasi di kulkas selama hampir 12 jam sebelum Anda makan.
Panas nasi ke dalam microwave saat Anda ingin memakannya.Namun, bagaimana ini bisa bekerja dengan mengurangi jumlah kalori pada nasi?
Sebenarnya, ada logika sederhana yang menjelaskan bahwa tidak semua pati dalam nasi berubah menjadi glukosa. Ada pati yang lebih cepat dicerna tubuh yang menyebabkannya berubah menjadi glukosa dan kemudian menjadi glikogen.
Glikogen inilah yang bisa menjadi masalah dalam tubuh jika disimpan lebih lama. Untuk menyingkirkannya kita perlu membakar energi yang cukup.
Namun, adapula pati resisten yang diproses dengan durasi lebih lama di dalam tubuh. Mereka tidak bisa berubah menjadi glukosa atau glikogen karena tubuh kekurangan fungsi untuk mencerna mereka. Jadi, pati resistenlah yang membuat kalori dalam nasi putih lebih sedikit.
Singkatnya, cara memasak ini bisa membuat pati resisten semakin kurang dicerna oleh tubuh.
Jadi, cobalah untuk menyeimbangkan beras dengan minyak kelapa sebelum memasak nasi. Minyak menyebabkan perubahan arsitektur pati dalam beras dan mendinginkannya selama 12 jam di kulkas bisa membantu meningkatkan konversi pati. Tertarik mencobanya? (Times of India)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
Pilihan
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
Terkini
-
Lapangan Tenis Tanah Liat Hijau Ternyata Bisa Jadi Solusi Serap Karbon, Bagaimana Caranya?
-
5 Rekomendasi Moisturizer untuk Kulit Kering dan Flek Hitam
-
Mana yang Benar, Pakai Primer Dulu atau Sunscreen Dulu?
-
Apakah Sunscreen Bisa Dipakai di Malam Hari? Ini Penjelasannya
-
Bank BCA Kapan Buka Setelah Lebaran 2026? Ini Tanggal Mulai Operasional Normal
-
Krisis Air Bikin Perempuan Kehilangan Akses Pendidikan, Bagaimana Hubungannya?
-
8 Sepatu Lari Diskon di Sports Station: Adidas, Skechers, hingga Reebok Banting Harga
-
Moisturizer Emina untuk Umur Berapa? Ini Tips Pemakaian di Setiap Usia
-
Contoh Susunan Acara Halalbihalal RT/RW Lengkap, Sederhana tapi Bermakna
-
5 Rekomendasi Moisturizer 'Combo Maut' Atasi Kulit Berminyak dan Berjerawat