Suara.com - Mencuci pakaian mungkin dianggap sebagai kegiatan yang mudah dilakukan. Padahal, cara mencuci yang tak tepat bisa merusak pakaian atau material kain pada busana tersebut.
Menurut Nurul Akriliyati, seorang Dosen Bidang Fabric Fabric di Binus Northumbria School of Design (BNSD), diperlukan perlakuan saat mencuci dan menyimpan pakaian secara khusus untuk setiap jenis kain yang berbeda.
"Perawatan pakaian sebenarnya tergantung pada jenis serat kain atau fibre yang digunakan. Jadi tidak bisa disamakan satu sama lain," katanya dalam Talk Show bersama Softener So Klin di Fashion Atrium Senayan City, Jakarta, Senin (24/10/2016).
Salah satu kain yang banyak digunakan dan cukup membingungkan dalam perawatannya adalah kain sutera. Terlebih, kain jenis ini kerap digunakan untuk gaun malam bergaya glamour. Sehingga, perawatannya harus benar-benar tepat dan hati-hati, agar tak merusak dan membuat kusut busana.
Menurut Nurul, pakaian dengan kain sutera tak boleh dicuci dengan mesin cuci, melainkan dilakukan manual dengan tangan. Dia juga tak menganjurkan penggunaan deterjen karena mengandung zat senyawa alkali yang dapat merusak serat. Deterjen juga bikin warna sutera cepat pudar.
Nurul menyarankan, jika ingin menggunakan detergen, jangan memilih yang memiliki kandungan pemutih di dalamnya. "Sutera kainnya cepat rapuh. Lebih baik jangan terlalu sering dicuci. Kalau bisa di dry clean saja kalau mau disteam," ujarnya.
Terkait penyimpanan, desainer Billy Tjong, memiliki tips khusus. Menurut dia, untuk beberapa pakaian dengan material yang cukup mahal, sebaiknya digantung dimanekin.
"Kalau tidak ada, simpan di box, bungkus dulu pakaiannya dengan kertas roti, kasih silica gel supaya kelembabannya terjaga, simpan di tempat kering, secara berkala dikeluarin lagi, dianginkan, kertasnya diganti lagi, supaya kualitasnya bagus," katanya.
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim