Suara.com - Model kawakan Keke Soeryo atau juga dulu dikenal sebagai Keke Harun, tentu sudah tak asing lagi bagi Anda yang kini berusia 30 tahun ke atas. Keke memang sudah jarang terlihat di layar kaca, tapi kontribusinya di dunia modelling tetap mengalir lewat sekolah model bernama Look Inc yang didirikannya sejak 1997 silam.
Kini Keke juga aktif menjadi juri di berbagai kompetisi modelling. Saat ditemui di sela-sela perhelatan 'Bekasi Fun & Fashion Fair (BF3) 2017' yang diselenggarakan Grand Metropolitan Mall, Keke mengungkap suka duka menjadi model.
"Dukanya itu model kan harus kurus. Fisik jadi perhatian utama. Belum lagi kalau mau fashion show gladi resiknya pagi-pagi. Butuh stamina yang kuat dan harus selalu happy karena mempengaruhi pembawaan kita di panggung," ujarnya, Sabtu (22/4/2017).
Ia menambahkan, seorang model harus menjaga lingkar pinggangnya pada ukuran 68 sentimeter agar 'pas' saat memakai baju rancangan desainer manapun.
"Kalau kurus dipakaiin baju apapun akan bagus. Makanya model-model itu badannya kurus-kurus," tambah dia.
Untuk itu, kata Keke, banyak model melakukan diet ekstrim untuk menjaga tubuhnya tetap proporsional. Namun, dirinya tak menuntut siswa binaannya melakukan hal tersebut karena sama saja seperti menyakiti diri sendiri.
"Kalau aku sih nekenin mereka untuk makan seimbang. Minum air putih sehari dua liter itu penting banget karena bikin kurus dan energinya naik, nggak dehidrasi. Paling kalau mau makan agak banyak, ya rutinin olahraga atau akupunctur," paparnya.
Tentu saja di balik 'duka' yang dirasakan para model dalam menjaga bentuk tubuhnya, akan terbayar dengan pengalaman tak terkira. Keke mengakui bahwa pergaulannya semakin luas setelah menjadi model.
Baca Juga: Adik Ipar Kemasi Barang Jupe dari RSCM, Kenapa?
"Networking semakin luas, bisa kenal banyak orang dari berbagai kalangan. Terus kalau fashion show ke berbagai daerah jadi punya pengalaman ke tempat baru," kata Keke.
Menurutnya, menjadi model tak hanya mendatangkan kebanggan bisa mengenakan rancangan desainer terkenal yang sangat indah. Dunia modelling juga bisa membuat seseorang menjadi lebih percaya diri.
"Paling enggak jadi lebih percaya diri karena terbiasa tampil di depan orang banyak. Saya saranin orangtua untuk ikutin anaknya kompetisi modelling di usia 5-12 tahun untuk membuat anak lebih percaya diri," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan