Suara.com - Survei terkini menyebutkan bahwa 49 persen lelaki tidak menganggap bahwa mencium perempuan lain termasuk perbuatan selingkuh. Temuan ini didapat setelah peneliti menanyai 2.000 orang dewasa mengenai preferensi seksual mereka.
Sekitar 51 persen lelaki juga tidak menganggap seks di dunia maya juga termasuk perbuatan mengkhianati pasangan.
Psikoterapis hubungan dan keluarga Dr. Fran Walfish mengatakan bahwa orang-orang yang menganggap demikian berada dalam fase penolakan.
"Orang itu merasa sedikit bersalah karena mereka tahu itu perilaku yang salah, dan dia tidak bisa menanggung perasaan bersalah itu, sehingga dia merasionalisasikannya dengan mengatakan pada diri sendiri bahwa itu bukan perselingkuhan," ujar Walfish.
Temuan itu berbanding terbalik dengan responden perempuan. Lebih dari 70 persen perempuan mengatakan bahwa berciuman dan cybersex adalah perselingkuhan. Sementara itu, 40 persen dari semua responden mengatakan bahwa penelusuran di aplikasi kencan adalah bentuk mengkhianati pasangan.
Namun Walfish mengatakan bahwa semua tindakan ini adalah tanda-tanda ketidaksetiaan.
"Perselingkuhan akan mempengaruhi diri Anda untuk memenuhi kepuasan apa pun, baik emosional, fisik, atau seksual dengan orang ketiga," kata Walfish.
Meski demikian Walfish mengatakan bahwa tindakan perselingkuhan satu kali dapat diperbaiki jika pihak yang bersalah mengambil tanggung jawab, mengungkapkan penyesalan, dan berusaha membangun kembali kepercayaan dalam suatu hubungan.
Tetapi jika pasangan Anda adalah seorang penipu ulung, Walfish mengatakan, kemungkinan untuk memperbaiki hubungan cukup rendah.
Baca Juga: Orang Dewasa Tak Boleh Mandi Pakai Sabun Bayi, Ini Alasannya
"Kemungkinannya adalah jika mereka melakukannya lebih dari satu kali dengan lebih dari satu orang, mereka mungkin akan melakukannya lagi," tandas dia.
Berita Terkait
-
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Lagi! Radius 5 KM Wajib Steril
-
Ancaman 'Micro-Cheating': Saat Perselingkuhan Berlindung di Balik Fitur Privasi Digital
-
Detik-detik Bupati Gowa Pergi Saat Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi dan Selingkuh
-
Efisiensi atau Diskriminasi? Membaca Ulang Preferensi Rekrutmen Perusahaan
-
Skandal Heart Signal 5: Peserta Acara Dituduh Jadi Pelakor hingga Hancurkan Rumah Tangga Orang!
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan