Hutan Mati menjelma saksi bisu letusan dahsyat Gunung Papandayan pada 1772 silam. (Instagram Arrf09)

Suara.com - Membentang di kawasan Keramat Wangi, Cisurupan, Jawa Barat, Hutan Mati menjelma saksi bisu letusan dahsyat Gunung Papandayan pada 1772 silam.

Selain menyisakan hutan dengan deretan ranting mati nir daun, letusan tersebut juga menyebabkan empat desa terkubur material vulkanik dari gunung setingi 2,666 meter tersebut, ribuan orang pun tercatat meninggal dunia.

Hari ini, sisa letusan dahsyat itu dapat disimak pada deretan pohon dan ranting mati berwarna hitam legam nan kering.

Saat pertama kali memijakkan kaki di spot wisata kawasan Gunung Papandayan ini, mudah kita menghirup aroma belerang nan khas bercampur udara pegunungan nan sejuk.

 Hutan Mati menjelma saksi bisu letusan dahsyat Gunung Papandayan pada 1772 silam. (Instagram Shiikzy)

Berdiri di atas hamparan pasir putih vulkanik, Hutan Mati dengan pohon-pohon keringnya nan artistik pun kerap jadi sasaran pemburu foto yang sengaja menyambangi kawasan ini maupun hendak mendaki medan terjal Gunung Papandayan.

 Hutan Mati menjelma saksi bisu letusan dahsyat Gunung Papandayan pada 1772 silam. (Instagram Arrf09)

Sementara itu, di sekitar Hutan Mati terdapat begitu banyak warga yang menjajakan makanan ringan.

Tak heran, dengan keelokan lanskap dan akses wisatanya yang memanjakan wisatawan, Hutan Mati menjelma salah satu spot wisata favorit di Jawa Barat.