Suara.com - Dominique Diyose mengungap perjalanannya menggeluti dunia modelling di industri fesyen yang tidak mendukung kampanye sustainability atau keseimbangan lingkungan.
Dominique bercerita bahwa dirinya pernah membawakan baju milik retail yang seringkali tidak memerhatikan limbah pakaian yang dihasilkan, lalu menjadi sampah yang sulit terurai.
"Saya adalah salah satu pelaku di industrinya, setiap hari selama 16 tahun ke belakang, setiap hari kita melakukan fashion week membawakan baju, yang sekali pakai sekali cuci besok sudah rusak, semua sudah beratus-ratus brand," ungkap Dominique di Pacific Place, Jakarta Selatan, Sabtu (17/8/2019).
Dahulu, Dominique masih kerap membeli aneka busana yang diperagakan dalam fashion show yang dibawakannya. Tapi ketika ia kemudian harus pindah ke Bali dan baru sadar bahwa dirinya memiliki satu lemari pakaian berikut beberapa boks ekstra yang juga berisi pakaian, yang bahkan setelah tiga hari masih tidak cukup untuk membereskannya, ia sadar bahwa itu semua sudah berlebihan.
"Ini semua sampah, parah banget, aku tidak pernah taking care, jadi banyak baju digigit tikus. Jadi sedih sendiri, di kepala aku berpikir, jadi selama ini saya cuma numpukin sampah, saya nggak tau tangan siapa yang bikin," tuturnya.
Setelah itu, model yang kini telah menjadi ibu itu, akhirnya memutuskan untuk menyumbangkan sebagian bajunya, setelah dipisah dan dipilah. Dan hanya 35 persen yang ia boyong ke Bali.
"Dari situ, dari tawaran fashion, saya bisa gunakan suara (terkait isu ustainablity) dengan kuat dan nggak mau lagi ambil fashion retail," tegasnya
Kepada rekan sesama modelnya dan teman-teman du profesi lain namun memiliki perhatian yang sama dengannya, Dominique juga sebisa mungkin membawa suara dan pendapat tentang sustainable fashion ini.
"Ketika ketemu teman saya jelaskan, kalau bisa bergerak seperti ini, mereka akan mengerti dan mendukung, desainer banyak yang dukung juga, tapi mereka belum berani aja," tutupnya.
Baca Juga: HUT RI Ke-74, Dominique Diyose dan Pegiat Lingkungan Serukan Ini
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali