Suara.com - Restoran Sate Khas Senayan Eksis Hampir Setengah Abad, Apa Rahasianya?
Sebagai hidangan populer dan diminati berbagai kalangan, sate selalu diburu oleh banyak penikmat kuliner. Baik yang dijual di kali lima maupun restoran kelas atas.
Berbicara mengenai hidangan satu ini, Anda pasti tahu restoran Sate Khas Senayan, sebagai restoran spesialisasi sate dan kuliner Indonesia yang sangat mudah ditemui, baik di Jakarta, Tangerang, Depok maupun Bekasi.
Kehadiran restoran satu ini, seakan membawa sate naik kelas, karena penyajiannya yang spesial dan berkualitas. Hal inilah yang menjadikan Sate Khas Senayan, tetap konsisten berdiri selama 45 tahun.
Marketing Communication Sarirasa Group, Innez Unianthy mengungkap jika awal mulanya, restoran ini berdiri pertama kali pada 1974 dengan nama Satay House Senayan.
Untuk memperkenalkan kuliner Indonesia, terutama kepada bangsanya sendiri, Satay House Senayan menyediakan hidangan Indonesia dari pulau Jawa dan Bali, seperti Sate Ayam, Soto Ayam Ambengan, Gado Gado sampai Wedang Ronde untuk hidangan penutupnya.
Restoran yang kemudian berganti nama menjadi Sate Khas Senayan di tahun 1982 ini ingin semakin menghadirkan
makanan rumahan yang dapat dinikmati dengan suasana yang nyaman. Tahun ini, kata Innez sudah lebih dari 50 cabang di Jakarta dan sekitarnya. Lantas, apa rahasianya?
"Sate Khas Senayan tetap konsisten menggabungkan resep tradisional dengan inovasi yang menghasilkan citarasa asli Indonesia yang konsisten. Kami tetap melakukan pembaharuan tanpa mengubah rasa," ujarnya.
Salah satunya dengan memiliki dapur pusay di kawasan Palmerah, Jakarta Barat. Sehingga semua bahan dan bumbu berasal dari satu pintu, meski masaknya di outlet masing-masing demi menjaga rasa dan nama agar control quality selalu terjaga dan selalu segar.
Lebih lanjut Innez mengungkap, Sate Khas Senayan juga selalu memastikan para pelanggan akan selalu merasa diterima dan nyaman seperti di rumah sendiri dengan selalu menggabungkan pelayanan yang baik dan keramahtamahan khas Indonesia.
Baca Juga: 4 Kuliner Malam di Malang yang Antrenya Panjang Tapi Wajib Dicoba
Kini, selain memiliki Sate Khas Senayan, Sarirasa Group juga mengembangkan restoran lain yang berfokus dengan kuliner Indonesia, seperti Sate & Seafood Senayan, TeSaTe, GOPEK, GOPEK House, Sarirasa Catering dan yang terakhir Bale Nusa, sebuah function hall berkonsep modern yang menyediakan tempat bagi pengunjung yang ingin mengadakan acara-acara istimewa seperti ulang tahun, arisan, reuni dan lain-lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara