Sulit Mendapat Kerja
November 1996, Monik lulus dari sekolah penerbangan. Ia mencoba peruntungan dengan mendaftar sebagai pilot di beberapa maskapai penerbangan.
Sayangnya krisis tengah melanda Indonesia. Beberapa perusahaan penerbangan tengah mengalami penurunan. Akhirnya di tahun 1997, Monik melanjutkan studinya di Avindo Angkasa Pilot School mengambil kelas lanjutan multi engine.
Sembari bersekolah, Monik juga bekerja di salah satu perusahaan travel yang bekerjasama dengan salah satu maskapai penerbangan di Indonesia.
"Saya sambil sekolah lagi di Juanda. Jadi sambil bekerja sambil sekolah juga. Apply-apply lagi jadi pilot, cuma belum ada yang manggil dan nggak ada pengumuman lulus atau nggak, jadi kayak digantung," tuturnya.
Masih belum beruntung, Monik akhirnya kembali kuliah mengambil jurusan ekonomi di tahun 1998. Lulus di tahun 2002, masih belum ada maskapai penerbangan yang mau menerimanya sebagai seorang pilot.
Monik akhirnya banting setir dengan mendaftarkan diri ke perusahaan berbeda. Akhirnya ia diterima bekerja sebagai finance officer di sebuah perusahaan otomotif.
Gayung bersambut, tak sampai setahun bekerja, Monik diterima di maskapai penerbangan Top Air. Namun lagi-lagi perjalanannya tak mulus, untuk bisa mengoperasikan pesawat Boeing 737 seri 200 ia harus merogoh kocek sendiri. Beruntung, ia selalu mendapat dukungan dari sang ibu.
Perusahaan tersebut ternyata tak berjalan hingga akhirnya Monik memutuskan keluar kerja. Ia pun diterima di maskapai Star Air hingga disekolahkan ke Swedia.
Baca Juga: Peneliti Kembali Temukan Gejala Covid-19, Memar dan Lesi di Jari Kaki
"Baru akhirnya setelah 8 tahun lulus dari sekolah pilot di Juanda, diterima di Airlines, terbang di tahun 2004," ujarnya.
Hanya sepuluh bulan bergabung di maskapai tersebut, badai kembali menerpa Monik. Perusahaan maskapai tersebut tutup, membuatnya harus kembali mencari pekerjaan.
Pucuk dicinta ulam pun tiba, di bulan Juli 2005, Monik dipertemukan dengan AirAsia Indonesia dan diterima menjadi pilot di maskapai penerbangan tersebut, hingga kini selama 15 tahun.
Bagaimana kisahnya selama menjadi pilot? Baca selengkapnya di halaman selanjutnya.
Tak Kalah dengan Laki-laki
Menjadi satu dari sedikit pilot perempuan, Monik mengaku tantangan dan kendalanya masih besar. Salah satunya bagaimana perempuan masih harus menunjukkan bahwa kemampuan pilot perempuan sama dengan pilot laki-laki.
"Karena persyarataan dan prosedur yang dilakukan sama, bisa dilakukan oleh perempuan juga. (Perempuan) harus menunjukkan prestasi yang lebih, semangatnya juga harus lebih, harus menunjukkan yang terbaik," kata Monik.
Akan tetapi, semua perjuangan dan kendala tersebut tertutup dengan kecintaan Monik bekerja sebagai pilot. Apalagi dengan dukungan keluarga yang tak ada habisnya.
Di tengah kesibukannya sebagai pilot, ia juga menulis buku dengan harapan dapat menularkan semangat dan motivasinya ke orang banyak. Bukunya berjudul Iron Bird: Monika telah diluncurkan pada 2016 lalu.
Saat bekerja ia juga sering menyempatkan bertemu dengan keluarga. "Kadang kalau lagi disempatkan di suatu kota, ibu sama adik saya ikut. Jadi setelah terbang bisa makan bareng, kumpul bareng. Alhamdulillah disempat-sempatkan," imbuhnya.
Menurutnya, tidak ada yang tidak bisa dilakukan oleh perempuan. Walau memang di masa kini untuk bisa bertahan di ranah pekerjaan yang mayoritas laki-laki, perempuan harus menunjukkan prestasi yang lebih.
Monik mengingatkan kepada para Kartini Indonesia untuk tetap menjadi diri sendiri, dan selalu melakukan yang terbaik.
"Pejuang Kartini harus bisa menikmati passion mereka, seperti saya menikmati passion saya sebagai seorang pilot," tandasnya.
Itulah kisah inspiratif Kartini masa kini, pilot perempuan Monika Anggreini yang diharapkan bisa menjadi pecut semangat bagi kaum perempuan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Ciri-Ciri Kulkas Boros Listrik, Kenali sebelum Tagihan Membengkak
-
6 Cara Mencegah Bunga Es Muncul di Kulkas agar Mesin Tidak Cepat Rusak
-
3 Aluminium Foil Insulasi untuk Menahan Panas Pada Atap Seng, Rumah Adem dan Tak Berisik
-
5 Cara Atasi Saluran Air Mampet Akibat Tanah atau Lumpur di Rumah
-
Mengenal Kandungan PDRN dalam Skincare, Bahan Aktif Viral yang Bikin Kulit Kencang dan Glowing
-
Cushion Mini yang Bagus Merek Apa? Ini 3 Pilihan Mungil dengan Hasil Maksimal
-
4 Cara Pakai Soda Api untuk Atasi Saluran Air Mampet akibat Rambut atau Lumpur
-
Selain Koi, 6 Ikan Ini Dipercaya Membawa Keberuntungan Menurut Feng Shui
-
4 Cara Atasi Pompa Air yang Harus Dipancing Terus-menerus
-
4 Posisi Kamar Mandi yang Baik Menurut Feng Shui agar Hunian Lebih Nyaman