Suara.com - Brand Ini Rilis Sepatu Ratu Elizabeth II Saat Penobatan 67 Tahun Lalu
Jelang peringatan 67 tahun penobatan Ratu Elizabeth II sebagai Ratu Inggris, yang jatuh pada besok Selasa 2 Juni 2020, Roger Vivier akan meluncurkan koleksi sepatu terbaru yang terinspirasi dari hari bersejarah bagi masyarakat Inggris tersebut.
Brand besutan desainer asal Prancis tersebut akan kembali menghadirkan sepasang sepatu hak tinggi berwarna emas, seperti yang digunakan ibu Pangeran Charles tersebut dalam penobatan 67 tahun yang lalu.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Kreatif Roger Vivier, Gherardo Felloni, pada Hello Magazine. Alasannya, kata Felloni, siapa yang bisa melupakan alas kaki Ratu Elizabeth II yang menakjubkan pada 1953 silam?
Saat itu, nenek dari Pangeran William dan Harry tersebut terlihat sangat cantik, melangkah keluar di Westminster Abbey dalam gaun putih bersulam dengan lambang bunga nasional dan persemakmuran rancangan couturier Inggris, Sir Norman Hartnell.
Ia memadukan penampilan ikonik tersebut dengan sepasang sepatu hak tinggi bermaterial kulit emas dan dihiasi batuan ruby dan motif fleur-de-lys yang cocok dengan mahkota St Edward dan Imperial State yang dikenakannya pada hari itu.
Mengingat dia berdiri untuk upacara penobatan tersebut selama tiga jam, sepatunya pasti tidak hanya dipilih berdasarkan tampilannya saja tetapi juga cukup nyaman.
"Dalam setiap koleksi, selalu ada sesuatu yang bisa menjadi warisan Roger Vivier dan untuk koleksi ini, saya tertarik pada sepatu penobatan. Ini adalah sejarah, tidak hanya untuk Maison tetapi juga untuk dunia," jelasnya dilansir Hello Magazine.
Dalam koleksi terbaru ini, Felloni akan membuat sepatu hak tinggi tersebut ke dalam versi modern sambil memastikan ia memasukkan beberapa aspek tradisional.
Baca Juga: Hobi Ratu Elizabeth II Selama Lockdown Terungkap, Apa Itu?
"Roger Vivier memastikan bahwa sepatu itu cocok untuk kemegahan dengan meletakkan perhiasan di seluruh hak sepatu. Untuk interpretasi saya, saya menyimpan motif fleur-de-lys asli tetapi akan membuat siluet lebih modern. Saya juga membuat dua versi platform dan stiletto, tetapi heel tetap menjadi titik fokus, yang saya tutupi dengan kristal," jelasnya lagi.
Alas kaki yang elegan hadir dalam bahan kulit suede atau logam, dan akan hadir dalam warna hitam, emas, dan merah muda.
Ini mungkin bukan satu-satunya sepatu yang terinspirasi oleh kerajaan Inggris. Ia juga mengungkapkan bagaimana ia akan merancang sepasang sepatu untuk Duchess of Cambridge.
"Tentu saja, sepatu yang elegan dan feminin, mungkin dalam warna yang kuat," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Pramono Siapkan Obligasi Daerah Pertama di Indonesia, Danai LRT hingga Sekolah
-
Polri Tegaskan Penangkapan WN Palestina Abdul Karim Sudah Sesuai Prosedur
-
DPRD Kota Bogor Ajak PIM Bogor Raya Sinergi Atasi Stunting dan UMKM
-
Bukalapak Bangun Mesin Pertumbuhan Baru, Teknologi Gaming Jadi Senjata Ekspansi Global Lewat Joytify
-
Berapa Harga Jam Tangan Alexandre Christie Wanita Paling Murah? Cek 5 Rekomendasinya
-
Ditunjuk Prabowo Jadi Jampidsus, Kuntadi Langsung Ditarget Bereskan Kasus Febrie
-
Kabar Baik untuk Emiten Batu Bara, PNBP Minerba Sudah Tembus 60% dari Target
-
Kredit Nganggur Masih Numpuk di Bank
-
Dua Perusahaan Tekstil di Jateng Berpotensi PHK Hampir 1.500 Buruh
-
Ancam Buka Paksa Keraton Solo, Kubu PB XIV Purboyo Meradang: Kenapa Harus Pakai Kekerasan?