Suara.com - Belakangan, publik dibuat geram dengan sebuah akun Twitter yang hobi mengunggah foto meremas makanan. Ya, berbagai makanan yang tadinya utuh ini diremas hingga tak berbentuk.
Sejatinya, sebagai seseorang yang mendapatkan makanan utuh, ada baiknya untuk segera disantap atau disimpan.
Sebab, tak semua orang bisa beruntung memperoleh makanan utuh dan bergizi seperti yang sudah kita dapatkan.
Namun lain halnya dengan akun Twitter ini, demi konten mereka rela merusak makanan yang seharunsya masih layak untuk dikonsumsi.
Akun Twitter dengan nama @grippingfood, baru-baru ini cukup membuat para pecinta kuliner gusar karena konten foto makanan hancur yang diunggahnya.
Biasanya, akun ini mengunggah foto pertama, di mana makanan tersebut masih dalam keadaan utuh.
Kemudian di sebelahnya terdapat kondisi memprihatinkan dari makanan yang sudah diremas sekuat tenaga oleh seseorang.
Dikutip Suara.com dari Food NDTV, Jumat (14/8/2020), pemilik Twitter @grippingfood tersebut mengaku bahwa akun yang dikelolanya tersebut begitu buruk.
Kendati dinilai buruk, rupanya akun Twitter ini sudah memiliki 171 ribu pengikut. Usut punya usut ternyata tidak sedikit pula orang yang merasa terhibur dengan foto meremas makanan ini.
Baca Juga: Dicibir Bagi Makanan seperti Jerinx, Tamara Bleszynski Respons Warganet
Melalui sebuah pernyataan, akun ini menyebutkan bahwa makanan yang diremas dan hancur, akan dimakan sampai habis setelah difoto.
Tentu saja, warganet tak lantas begitu saja percaya, mereka mengatakan bahwa hal tersebut begitu menjijikan.
"Sebenarnya apa yang salah dengan makanan ini? Kalian sangat aneh, mencengkeram hingga hancur lalu memakannya," sebut salah seorang warganet.
"Saya mengikuti akun ini, tapi entah mengapa saya selalu marah setiap melihat makanan yang dihancurkan begitu saja," imbuh warganet lainnya.
"Ini menjijikan, lebih mirip seperti sampah, sungguh kalian tidak menghargai makanan," timpal warganet lain.
Dibuat pada Juli 2020 lalu, akun Twitter meremas makanan ini sukses membuat warganet kesal bukan main.
Mereka marah, karena bagaimana bisa, seseorang menghancurkan makanan, sedangkan di wilayah lain banyak orang kelaparan.
Saat melihat tampilan makanan ini, memang jika berbentuk cukup padat seperti masih pantas untuk disantap. Namun bagaimana halnya dengan sajian es krim atau makanan basah lainnya ya? Apakah masih bisa dimakan dengan cara yang baik dan benar setelah diremas?
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek