Suara.com - Kue dengan bentuk mirip tetesan air hujan ini pertama kali populer di Jepang pada 2014, dan kemudian populer di seluruh dunia. Raindrop cake merupakan sejenis moci, kudapan khas Jepang, yang memiliki tekstur kenyal.
Raindrop cake biasa dipasangkan dengan kuromitsu (sirup gula hitam) dan kinako (bubuk kedelai panggang). Tapi, dalam perjalanannya, raindrop cake bisa diberi topping apapun yang Anda suka.
Cara membuatnya relatif mudah. Yang perlu Anda perhatikan adalah cetakannya. Untuk mendapatkan bentuk bulat sempurna, sebaiknya gunakan cetakan es batu berbentuk bola. Kalau tidak ada, Anda bisa menggunakan mangkuk kecil dengan alas bulat.
Berikut resep raindrop cake, yang Suara.com lansir dari laman The Smart Local Japan.
Bahan:
- 8 g bubuk agar-agar putih
- 10 g gula pasir
- 250 ml air, untuk hasil yang bening seperti kristal, dianjurkan menggunakan air mineral
- Kuromitsu atau sirup gula hitam (bisa diganti toping lainnya)
- Kinako atau bubuk kedelai panggang (opsional)
- Bubuk kacang tanah (opsional)
Cara membuat:
- Campurkan bubuk agar-agar dan gula pasir di dalam panci. Larutkan dengan sedikit air. Setelah larut, tuang seluruh air ke dalam panci.
- Masak hingga mendidih. Mulailah dengan api besar agar campuran larut sempurna. Kemudian kecilkan api, dan biarkan larutan mendidih selama 2 menit lagi.
- Dinginkan cairan dengan cara merendam panci di dalam baskom berisi es selama 3 menit.
- Tuang larutan agar-agar ke dalam cetakan. Dinginkan,
- Sajikan raindrop cake dengan sirup kuromitsu (atau sirup lainnya) dan bubuk kedelai atau bubuk kacang tanah di sampingnya.
Video lengkap cara membuat raindrop cake, bisa diintip di sini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!