Suara.com - Berjalan kaki di pagi hari mungkin kedengaran seperti aktivitas yang tidak terlalu menarik. Tetapi berjalan-jalan sebelum memulai pekerjaan dipercaya bisa menjadi cara mengelola emosi yang lebih baik.
Apalagi Anda tidak perlu berjalan hingga berjam-jam agar bisa mendapatkan manfaat jalan kaki saat pagi.
Psikolog dan direktur klinis di Private Klinik Terapi Dr Becky Spelman mengatakan, cukup 10-15 menit berjalan cepat untuk memberikan perbedaan signifikan pada tubuh.
“Tidak perlu waktu khusus yang dibutuhkan untuk berjalan-jalan agar bermanfaat, karena berjalan kaki singkat saja sudah cukup untuk meningkatkan energi seseorang. Ini cenderung menjadi olahraga cepat yang meningkatkan suasana hati. Jadi pastikan saja kecepatannya cukup bagus," kata Spelman dikutip dari Stylist.
Dari meningkatkan fokus hingga bantu meringankan gejala gangguan afektif musiman, Spelman menjabarkan segala manfaat berjalan pagi untuk kesehatan fisik dan mental seseorang.
1. Meningkatkan energi
Penelitian telah berulang kali menunjukkan bahwa berjalan di pagi hari dapat meningkatkan energi untuk sisa hari. Satu studi tentang manfaat olahraga di dalam ruangan dan di luar ruangan menemukan bahwa mereka yang berjalan di luar ruangan selama 20 menit mengalami peningkatakn vitalitas dan energi lebih tinggi daripada mereka yang berjalan di dalam ruangan.
Berjalan kaki juga dapat membuat Anda siap secara mental untuk menjalani aktivitas hari itu, serta membantu Anda merasa lebih teratur, segar, dan berenergi.
2. Menghindari gangguan mood
Berjalan-jalan sebagai bagian dari rutinitas pagi bisa menjadi cara yang bagus untuk membangun kebiasaan sehat. Meskipun penyebab pasti gangguan mood tidak dipahami, menurut NHS , teori utamanya adalah kurangnya paparan sinar matahari yang dialami selama bulan-bulan dapat menghentikan bagian otak yang disebut hipotalamus bekerja dengan baik.
Oleh karena itu, dengan meningkatkan paparan sinar matahari dengan berjalan kaki setiap hari, bisa bantu mengurangi risiko terjadinya gangguan mood. Juga bisa mengelola salah satu gejala utamanya, yaitu suasana hati yang rendah.
Baca Juga: Langgar Protokol Kesehatan, PM Jepang Dapat Kritik Keras
3. Meningkatkan mood
Olahraga memengaruhi neurotransmiter dopamin dan serotonin. Spelman menjelaskan bahwa neurotransmiter yang membuat manusia merasa nyaman. Sehingga perasaan jadi lebih baik dan benar-benar meningkatkan suasana hati.
“Dengan cara ini, melakukan olahraga apa pun di pagi hari adalah sesuatu yang akan meningkatkan suasana hati kita dan akan sangat membantu sepanjang hari," kata Spelman.
"Jalan-jalan sangat bermanfaat karena kita bisa dekat dengan alam. Ini bahkan berlaku untuk orang-orang yang tinggal di kota karena mereka masih melihat pepohonan dan tanaman hijau, bahkan di daerah yang sangat padat," imbuhnya.
Meskipun berolahraga sendiri dapat bermanfaat untuk suasana hati, melakukan olahraga di luar ruangan telah terbukti memberikan berbagai manfaat unik, seperti harga diri yang tinggi dan tingkat stres yang lebih rendah.
4.Meningkatkan fokus
Penelitian yang diterbitkan oleh Harvard Medical School pada tahun 2016 menyimpulkan bahwa hanya 20-30 menit latihan aerobik (termasuk berjalan cepat) sebelum melakukan tugas, bisa mempercepat waktu reaksi dan mempertajam pengambilan keputusan.
Dengan berjalan-jalan cepat sebelum bekerja dapat membantu Anda mendapatkan hasil maksimal dari hari kerja dan mengatasi masalah yang muncul.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim