Suara.com - Tahukah Anda bahwa ada beberapa mitos Hari Valentine yang beredar?
Hari Kasih Sayang ini umumnya dirayakan dengan memberikan hadiah pada orang terkasih sebagai wujud perhatian dan rasa sayang yang ingin diungkapkan. Meski demikian, jika ditelisik ke belakang ternyata mitos hari Valentine sendiri tidak selamanya indah. Berbagai kejadian pernah terjadi pada tanggal ‘merah mudah’ di bulan Februari ini.
Nah, sambil mempersiapkan hadiah dan momen terbaik untuk tanggal 14 Februari besok, tidak ada salahnya Anda juga membaca sedikit mitos hari Valentine yang ada di bawah ini. Anggap saja sebagai trivia dan satu pengetahuan baru yang semoga menarik. Berikut mitos hari Valentine yang beredar yang telah dirangkum Suara.com.
Kartu Ucapan Valentine Pertama
Meski hari Kasih Sayang sudah diperingati sejak ratusan tahun silam, dan dengan banyak bentuk perayaan, namun tahukah Anda bahwa mitosnya surat atau kartu ucapan Valentine pertama dibuat oleh seorang tahanan perang> Dike Charles of Orleans, menjadi pria pertama yang dianggap menulis ucapan Valentine yang ditujukan pada istrinya yang berada di Perancis. Ia sendiri dipenjara di Tower of London sejak tahun 1415. Surat cinta ini kini disimpan di British Library yang ada di London.
Coklat dengan Tema Valentine Pertama, Abad 19
Pada tahun 1868, seorang pembuat coklat bernama Richard Cadbury mengeluarkan coklat pertama dengan tema hari Valentine. Meski demikian, sebenarnya coklat sendiri sudah digunakan sebagai ‘media’ mengungkapkan kasih sayang sejak abad ke 17. Pada era Richard Cadbury hidup, kudapan dan camilan manis seperti coklat dan permen memiliki harga yang terjangkau, sehingga bisa dinikmati oleh hampir semua kaum.
Berakar dari Perayaan Kaum Romawi Kuno
Tidak selalu bertemakan kasih sayang dan kehangatan, Valentine berakar dari budaya dan perayaan kaum Romawi Kuno yang disebut dengan Lupercalia. Upacara ini dirayakan dengan ‘menyiksa’ kaum perempuan, dengan mencambuknya menggunakan kulit kambing. Sebenarnya tujuan upacara ini bukan melukai, namun lebih kepada pemurnian dan kesuburan kaum perempuan. Paus Gelasius I kemudian melarang praktek Lupercalia, dan kemudian mengubah tanggal 14 Februari jadi hari Santo Valentine, yang dirayakan seperti sekarang ini.
Baca Juga: Tegas Vicky Prasetyo Tidak Rayakan Valentine, Tidak Ada Kado Buat Kalina
Memang jika dilihat ada banyak sekali perspektif mengenai hari Valentine, pun dengan mitos yang melatarbelakangi perayaan hari Kasih Sayang ini. Namun, rasanya sebagai masyarakat modern Anda bisa berlaku bijak dengan mengambil sisi positif dari cerita yang berkembang. Mitos hari Valentine di atas misalnya, selalu ada nilai positif dibalik setiap cerita dan kisahnya.
Itulah mitos hari Valentine yang banyak beredar.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
-
Ramalan Zodiak 14 Februari 2021: Valentine, Pisces Yuk Traktir Diri Sendiri
-
Berikut 30 Ucapan Hari Valentine 14 Februari Besok
-
Hari Valentine Menurut Islam, Apakah Boleh Merayakan?
-
Ucapan Valentine Bahasa Inggris Terbaru, Lengkap dengan Artinya
-
8 Ide Kata-Kata Valentine untuk Sahabat, Bagikan ke Teman Baikmu!
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih