Suara.com - Salah satu hal paling ditunggu saat Ramadhan dan Idulfitri bagi pekerja yang beragam Islam adalah adanya Tunjangan Hari Raya atau THR.
Setidaknya 15 hari setelah memasuki Ramadhan, THR sudah mulai cair. Jika belum cair juga, pekerja umumnya akan bertanya-tanya, kapan uang perayaan akan segera turun?
Hanya saja, seorang perencana keuangan Lolita Setyawati mengatakan bagaimana mengharapkan THR bisa membahayakan keuangan. Itu terjadi apabila si pekerja sudah merasa ketergantungan dana tersebut.
"THR ini sudah semacam kebutuhan, padahal esensi dari THR itu seperti bonus setiap tahun pada saat Ramadhan," ujar Lolita dalam acara virtual OVO #RaihIkhlas, beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan, rasa ketergantungan THR muncul akibat selalu diterima setiap tahun yang pada akhirnya, menyebabkan ketergantungan.
Padahal kata Lolita, seseorang yang mampu mengatur uang dengan baik dapat bertahan dan hidup laik tanpa ada THR sekali pun. "Jadi seharusnya kalau tidak ada kita masih bisa hidup dengan laik sesuai keinginan kita," terangnya.
Kendati demikian, Lolita mengatakan seseorang tetap boleh mengharapkan THR, namun jangan sampai ada ketergantungan pada THR.
"Boleh berharap, tapi berusaha mengatur anggaran kita supaya tetap bisa memenuhi semua kebutuhan tanpa adanya THR. Esensinya THR adalah tunjangan Hari Raya, dibelanjakan untuk kebutuhan Hari Raya, agar tidak salah," pungkasnya.
Baca Juga: Amalan di 10 Hari Terakhir Ramadhan yang Disukai Rasulullah
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim