Suara.com - Salah satu penyebab terbesar terbentuknya generasi sandwich, lantaran orangtua yang tidak mempersiapkan atau tidak memiliki dana pensiun. Sehingga akhirnya harus jadi tanggung jawab anak.
Hal ini terbukti dari data Survei Ekonomi Nasional 2017 mengungkap sebanyak 62,64 persen kaum lanjut usia 60 tahun ke atas di Indonesia tinggal bersama anak dan cucunya.
Generasi sandwich adalah keadaan orang yang terhimpit tanggung jawab ekonomi, waktu, tenaga, hingga perhatian terhadap generasi di atas dan di bawah mereka. Seperti orangtua, saudara kandung, anak, pasangan dan diri mereka sendiri.
Lalu, bagaimana cara agar para generasi sandwich mampu memiliki dana pensiun untuk bekal di usia tua?
Menjawab ini, Melvin Mumpuni, Perencana Keuangan Profesional sekaligus Founder Finansialku.com mengingatkan pentingnya membuat perencanaan uang yang matang di masa kini, masa depan bahkan untuk usia tua.
“Satu-satunya cara memutus rantai generasi sandwich adalah dengan mulai merencanakan dana pensiun dan mulai berinvestasi," terang Melvin mengutip siaran pers Allianz, Jumat (28/5/2021).
Cara untuk menganggarkan dana pensiun ialah dengan menerapkan kebiasaan menabung sedini mungkin. Pikirkan juga kapan ingin pensiun, dan berapa biaya pengeluaran dibutuhkan setiap bukannya saat masa pensiun nanti.
"Serta berapa perkiraan hasil keuntungan (dari menabung) di saat Anda pensiun nanti,” tambah Melvin.
Sebagai catatan terdapat dua jenis dana pensiun, yakni Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).
Baca Juga: Sering Boros, Ini 4 Rekomendasi Metode Menabung Biar Konsisten
Masyarakat umum, baik karyawan maupun pekerja mandiri, dapat mendaftarkan diri ke DPLK dan membayar iuran setiap bulannya untuk kemudian mencairkan uang pensiun sesuai iuran beserta pengembangannya.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dari 75 juta tenaga kerja di Indonesia, mirisnya hanya 5,93 persen atau 4,4 juta orang yang terdaftar sebagai peserta Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).
Sedangkan untuk menghitung dana pensiun, bisa dimulai dengan menghitung pengeluaran rutin setiap bulan, kemudian tetapkan jangka waktu.
Usia pensiun rata-rata yang berlaku di Indonesia ialah 55 tahun dengan angka harapan hidup orang Indonesia yang mencapai 70 hingga 75 tahun. Artinya, Anda perlu memenuhi kebutuhan hidup selama masa pensiun 15 hingga 20 tahun sebelum tutup usia.
Ada skema sederhana yang dapat digunakan untuk menghitung dana pensiun, yakni dengan mengalikan pengeluaran tahunan dengan angka 25.
Sebagai contoh, apabila pengeluaran tahunan mencapai Rp100 juta, maka dana pensiun yang dibutuhkan adalah Rp100 juta dikali 25, yakni Rp2,5 miliar.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
Terkini
-
5 Sepeda Hybrid Paling Nyaman Buat Gowes, Siapkan untuk Teman Ngabuburit
-
Liburan Hemat ke Singapura: Tips Praktis untuk Traveler Indonesia
-
Asmara Lancar, Ini 5 Shio yang Diprediksi Beruntung 8 Februari 2026
-
Kapan Tiket Kereta Tambahan Lebaran 2026 Dibuka? Jangan Sampai Ketinggalan Jadwalnya
-
5 Rekomendasi Model Baju Imlek Wanita 2026 yang Nyaman dan Elegan
-
5 Lipstik Jadul Legendaris Mulai Rp10 Ribuan, Kualitas Tidak Murahan
-
Sosok Benny Indra Ardhianto, Wakil Bupati Klaten Meninggal Dunia di Usia 33 Tahun
-
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
-
5 Sleeping Mask dengan Kolagen untuk Usia 40-an, Bikin Kulit Kencang saat Bangun Tidur
-
5 Produk Viva Cosmetics untuk Mencegah Penuaan Dini, Jaga Kulit Tetap Awet Muda