Suara.com - Sebelum pandemi Covid-19 membuat angka pengangguran di Indonesia terus bertambah. Akibatnya, banyak lulusan tingkat sekolah menengah hingga sarjana kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian mereka.
Menurut Country Manager JobStreet Indonesia Faridah Lim, pandemi Covid-19 membuat 60 persen kelompok usia muda rentan terkena PHK atau putus hubungan kerja.
“Yang paling terbesar (terkena PHK) itu kalangan di usia muda, walaupun segmen usia lainnya juga bisa kena dampaknya,” ungkapnya pada acara JobStreet Virtual Career Fair, Senin (7/6/2021).
Selain itu, risiko terkena PHK juga dialami kelompok berpendidikan rendah sebesar 65 persen.
"Dari enam puluh lima persen adalah yang tidak memiliki pendidikan formal dan juga SMA. Dan kita bisa lihat bahwa dua kelompok pendidikan ini juga bisa terkena dampak PHK," ungkapnya lebih lanjut.
Faridah Lim mengatakan, lewat survei yang dilakukan, tuntutan bekerja dari rumah juga berisiko membuat seseorang kehilangan pekerjaan.
"Pembatasan Covid membuat kita bekerja dari rumah, bahkan tidak bisa berinteraksi secara sosial karena semua harus beralih ke digital. Akibatnya, ini bisa memicu kekhawatiran bahwa mereka akan kehilangan pekerjaan," lanjutnya.
Tidak hanya karyawan di usia muda dengan pendidikan rendah saja yang takut kehilangan pekerjaan. Kata Faridah Lim, risiko PHK juga dirasakan oleh kelompok pendidikan dengan gelar Doktor/PhD.
"Enam puluh persen dari kelompok pendidikan Doktor dan PhD, juga merasa khawatir dan bisa membuat mereka kehilangan pekerjaan," pungkas Lim.
Baca Juga: Ingin Kulit Sehat dan Glowing Meski di Rumah Saja, Coba Lakukan Lima Hal Ini
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim