Lifestyle / komunitas
Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi
Ilustrasi karyawan loyal. (Shuttestock)

Suara.com - Memiliki karyawan loyal adalah dambaan bagi pelaku usaha, karena bisa membuat usaha terus maju dan berkembang. Tapi tentu saja mencari karyawan loyal tidaklah mudah, dan seringnya membuat para pemimpin perusahaan memutar otak agar para karyawannya mau berperan aktif dan bekerjasama. Bagaimana caranya?

Sebagai pemimpin, Director of Talent and Culture Accor Indonesia, Faris Setiabudi, menyarankan pentingnya untuk membawa karyawan ikut terlibat mengambil keputusan, sehingga terbentuk sense of belonging atau rasa memiliki.

"Pelibatan itu penting, ada sense of belonging. Jadi ketika mereka terlibat dan mengetahui bagaimana posisi dan kondisi perusahaan, maka karyawan akan bisa mengerti dan percaya antara atasan dan bawahan," ujar Faris dalam acara Talkshow RiiSE Accor Indonesia di Hotel Mercure Hotels Jakarta Cikini, Jumat (11/6/2021).

Faris bercerita dirinya selalu berusaha terbuka dan ikut melibatkan pengambilan keputusan dengan para karyawannya, sehingga mereka ikut terlibat dan jadi percaya terhadap perusahaan tempatnya bekerja.

Baca Juga: Aplikasi Absensi Karyawan Online Penting di Masa Pandemi

Bahkan prinsip ini berhasil diterapkan Faris hingga lapisan terbawah, yakni office boy (OB) yang sudah mampu memanage stok di pantry atau dapur bersih karyawan, sehingga tidak sembarangan karena OB sudah punya rasa memiliki terhadap perusahaan.

"OB saya tahu cara me-manage stok di pantry. Jadi ketika salah gunakan, ia merasa 'Saya ikut memiliki dan bertanggung jawab', meskipun di level terkecil," terang Fajar.

Walaupun Fajar akui, kepercayaan diri mengambil keputusan perlu dilatih, sehingga di masa depan karyawan tersebut tidak perlu lagi menunggu perintah atasan, tidak kreatif yang membuatnya sulit maju.

Komentar