Suara.com - Pasien kanker yang tengah menjalani pengobatan kemoterapi rentan mengalami kerontokan rambut. Karena itu, sebagian di antaranya kerap menggunakan rambut palsu.
Kemoterapi sendiri merupakan salah satu jenis pengobatan yang digunakan untuk menghancurkan sel kanker yang berbahaya bagi tubuh.
Cara kerjanya adalah menghentikan atau menghambat pertumbuhan sel kanker yang berkembang dan membelah diri dengan cepat.
Jenis pengobatan kemoterapi yang diberikan sendiri, dijelaskan Prof. Aru, Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI), tergantung pada jenis, lokasi, stadium, penyebaran sel kanker, dan kondisi kesehatan pasien kanker.
Sayangnya, meski mampu menghancurkan sel kanker, kemoterapi juga dapat merusak sel sehat yang berada di sekitarnya. Sel sehat yang ikut rusak inilah yang dapat mengakibatkan efek samping.
Salah satunya adalah kerontokan rambut. Hal inilah yang melatarbelakangi brand perawatan rambut, Natur Hair Care membuat program Share and Care, di mana dengan mengunggah produk Natur senilai Rp50 ribu, artinya masyarakat telag ikut menyumbang untuk pembuatan rambut palsu.
Hal tersebut disambut baik oleh YKI, karena lanjut Prof Aru, bantuan ini akan menjadi bentuk kepedulian bagi masyarakat terhadap pasien kanker di Indonesia.
"Dengan canggihnya teknologi saat ini, donasi bisa dilakukan dalam berbagai bentuk. Salah satunya adalah dengan Share and Care. Kami berterima-kasih atas kerjasama yang sudah berlangsung ini," ujar dia dalam siaran pers yang Suara.com terima pada Kamis (17/6/2021).
Dalam pertemuan tersebut Prof Aru juga menjelaskan bahwa kanker merupakan penyakit yang didapatkan akibat pola hidup yang dijalani seseorang dalam 10-15 tahun terakhir.
Apa yang dikonsumsi, polusi yang kita hiru, gaya hidup tak aktif dan faktor lainnya juga dapat menjadi penyebab timbulnya kanker.
"Sebanyak 90 persen kejadian kanker itu karena environment sedangkan keturunan hanya 10 persen. Faktornya dari kebiasaan dan pola hidup," tambah dia.
Berita Terkait
-
Meninggal Dunia, Terkuak Alasan Pilu Mpok Alpa Selalu Pakai Wig Saat Syuting
-
Hadirkan Isyana Sarasvati dan Vidi Aldiano, Pergelaran Musikal Nuraniku-Perjuanganku Sukses Digelar
-
Rambut Palsu Lucinta Luna Copot saat Naik Roller Coster Bareng Boy William: Makin Ketahuan Gue...
-
Aldi Taher Ogah Dibayar, Penyelenggara Konser Bingung: Dia Mau Berbagi ke Yayasan Kanker
-
Bigo Live Sukses Menggalang Dana untuk Yayasan Kanker Indonesia
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Review Flex x Cop Season 1: Aksi Anak Konglomerat Memburu Pelaku Kejahatan
-
Sudah Bayar Rp650 Juta, Uang Orang Tua Mahasiswa Unsoed Malah Buat Biaya Cat Gedung
-
Konflik Memanas, Warga Desak KPK Telusuri Duit Sawit yang Dikelola Agrinas
-
Ulasan Na Willa: Ketika Dunia Sederhana Anak-Anak Mengajarkan Arti Bertumbuh
-
Cara Menonaktifkan SafeSearch Google di HP dan Laptop agar Hasil Pencarian Tidak Blur
-
355 Titik Panas Terdeteksi di Riau, Terbanyak Pelalawan
-
Desa Adat Sade Lombok Terbakar Hebat, Sejumlah Rumah Tradisional Ludes Dilalap Api
-
4 Shio Paling Beruntung Hari Ini 23 Agustus 2026, Masa Sulit Segera Berakhir
-
Tembus Angka Miliaran, Pameran HUT ke-81 Jateng Bawa UMKM Lokal 'Go International' hingga Malaysia!
-
Hampir Seabad, Masjid Jami' Al-Khotib Gurah Masih Menyimpan Jejak Kolonial