Suara.com - Menjalani hidup di perantauan saja sudah terasa sulit, apalagi jika harus melakukan isolasi mandiri. Misalnya saja seperti beberapa kisah anak kos.
Ya, belum lama ini sempat viral kisah-kisah mereka yang diusir oleh ibu kos usai terkonfirmasi positif Covid-19 atau terpapar virus corona.
Alih-alih diperbolehkan mengisolasi di kamar kos, tak jarang beberapa dari mereka pergi ke tempat lain. Namun berbeda dengan yang dialami oleh warganet berikut ini, ketika sedang melakukan isolasi mandiri (isoman) di kos.
Beberapa waktu yang lalu, seorang warganet menceritakan kisahnya saat isoman di kos bersama teman-temannya.
Suatu hari, ia mendapatkan chat dari sang ibu kos. Sempat khawatir diusir, ternyata warganet ini mendapatkan pesan tak terduga dari ibu kos.
Bukannya diusir, ternyata sang ibu kos mengirim beberapa madu dan juga vitamin untuk para penghuni.
"Min mau pamer ibu kos kayak ibu peri, yang isoman pada disupport bukan diusir dari kos,"tutur sang pengirim cuitan melalui akun Twitter @txtdarikosan
Tentu saja, kisah ibu kos baik hati saat penyewa isoman tersebut langsung menjadi pusat perhatian.
Tidak sedikit kemudian warganet yang ikut memberikan berbagai tanggapan melalui kolom komentar.
Baca Juga: Isolasi Rasa Liburan, Pasien COVID-19 Ditempatkan di Kawasan Wisata
"Alhamdulillah mbak kos aku selalu support,"sebut salah seorang warganet.
"Nah, tipe-tipe kayak gini tuh yang mesti dijaga komunikasinya meski dah nggak ngekos, jarang banget soalnya,"imbuh warganet lain.
"Subhanallah semoga lancar rezekinya dan kalian semua diberikan kesehatan selalu,"timpal warganet lainnya.
Sampai dengan artikel ini ditulis, cuitan ibu kos bantu saat isoman dengan mengirimi vitamin dan juga madu tersebut telah viral dan mendapatkan seribu lebih likes dari warganet.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim