Suara.com - Seorang wanita yang menderita penyakit langka mengungkap berutang nyawa terhadap situs dewasa OnlyFans.
Perempuan bernama Rachael Huckle itu menjadi model setelah mengalami penyakit langka.
Ia mengidap penyakit autoimun langka yang menyebabkannya memiliki berat badan hanya 25 kg.
Melansir Daily Mail, Rachael mengidap kondisi bernama pemphigus. Penyakit autoimun ini membuat perempuan berusia 34 tahun itu mengalami lecet di seluruh sistem pencernaan seperti bibir, hidung, dan tenggorokan.
Akibatnya, Rachael kesulitan untuk makan dan minum. Ia pun sempat didiagnosis mengalami anoreksia.
Karena penyakit tersebut, Rachael harus berhenti bekerja di sebuah firma hukum. Ia pun terpaksa mencari alternatif pekerjaan lain.
Sebelumnya, Rachael pernah menjadi model. Ia lantas memutuskan membuat akun OnlyFans dan berjualan foto seksi.
Dari hasil penjualan foto-foto tersebut, Rachael bisa membiayai pengobatannya untuk penyakit autoimun.
Bahkan, kini ia mendapat penghasilan hingga 4.000 poundsterling atau Rp78 juta per bulan dari OnlyFans.
Baca Juga: Model Ini Dilamar Syekh Arab dengan Mahar Rp7 Miliar, Padahal Sudah Nikahi Diri Sendiri
"Aku berutang hidup kepada OnlyFans, situs itu menyelamatkanku. Aku bersyukur atas penggemarku dan semua yang mereka lakukan kepadaku. Jujur, setiap hari aku bangun berpikir aku akan mati."
"Kondisi ini membuatku tidak bisa makan, menelan, dan beberapa kali aku bangun tidak bisa bernapas," lanjutnya.
Di umur 9 tahun, Rachael pernah masuk rumah sakit karena infeksi ginjal. Ia juga menghabiskan 9 tahun dirawat karena kondisinya menjadi misteri.
Meski bertahun-tahun dirawat, kondisi kesehatan Rachael terus menurun. Selain lecet di sistem pencernaan, ia juga mengalami sakit di persendian hingga bengkak di wajah dan lidah.
Hal inilah yang membuat Rachael terpaksa berhenti bekerja dan tinggal di rumah. Sebagai gantinya, ia menjadi model lewat OnlyFans.
Setelah memiliki uang untuk perawatan, Rachael akhirnya didiagnosa mengalami penyakit autoimun pemphigus. Ia kini bisa mengontrol gejala penyakitnya setelah mendapatkan diagnosis yang tepat.
"Ini membantuku untuk menjadi lebih baik secara mental setelah berada di tempat gelap. Orang-orang mungkin berkata aku akan menyesal nanti karena membagikan foto provokatif, tapi aku bersyukur bisa hidup sekarang."
"Berkat menjual foto seksi, aku bukan hanya bisa mendapat perawatan untuk kondisi yang langka, tapi juga bisa membeli rumah. Ini benar-benar mengubah hidupku," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
Terkini
-
5 Cushion dengan Refill yang Lebih Hemat dan Praktis Mulai Rp70 Ribuan
-
Cara Daftar Mudik Gratis BTN 2026 dan Info Detail Perjalanan
-
Kronologi Pelecehan Seksual Sutradara terhadap Anak di Bawah Umur Berkedok Casting Film
-
Jadwal Buka Puasa Semarang Hari Ini 24 Februari 2026, Cek Panduan Resmi Kemenag
-
Mengapa Harus Reapply Sunscreen? Ini 3 Rekomendasi Produknya
-
Cara Mengubah Jadwal Tiket Kereta Api dengan Mudah dan Cepat, Ini Syaratnya
-
6 Lokasi Penukaran Uang Baru Kas Keliling Pintar BI di Jogja, Jangan Sampai Kehabisan
-
Libur Sekolah Lebaran 2026 Berapa Hari? Cek Keputusan Resminya di Sini
-
Beda Pendidikan Dwi Sasetyaningtyas dan Arya Iwantoro, Pasangan Alumni LPDP Terancam Blacklist
-
Apa Sanksi bagi Penerima Beasiswa LPDP yang Tidak Pulang ke Indonesia?