Suara.com - Perawatan wajah dan tubuh di klinik kecantikan kini semakin umum dilakukan siapa, baik pria maupun wanita, dari berbagai kalangan umur.
Tahukah Anda bahwa tipe-tipe perawatan yang dilakukan berbeda-beda sesuai usia pasien?
Menurut founder klinik A-ONE Jakarta Conny SW, kliniknya mengklasifikasi target pelanggannya jadi empat kategori berdasarkan usia dan jenis kelamin.
Klasifikasi pertama, yakni antara usia 19-25 tahun. Menurut Conny, kebanyakan orang dengan rentang usia tersebut belum berani lakukan perawatan terlalu ekstrem hingga mengubah bentuk wajah.
"Tapi lebih maintenance. Jadi seperti facial atau menghilangkan bulu tubuh," kata Conny dalam konferensi pers di Robot & Co, Pasific Place Mall, Jakarta, Senin (27/9/2021).
Usia 25-32 tahun yang menjadi klasifikasi kedua, barulah perawatan ekstrem mulai berani dilakukan. Seperti filler bibir agar nampak lebih tebal ataupun memancungkan hidung.
Meski begitu, permintaan konsumen tidak serta merta akan dilayani. Conny mengatakan, kliniknya memiliki analis profesional yang bertugas memeriksa kondisi pasien sebelum treatment dilakukan
"Kita cek dulu boleh atau tidak dilakukan treatment. Kalau memang tidak bisa, akan kita beri edukasi," ucapnya.
Kemudian klasifikasi usia 32-42 tahun. Biasanya perawatan wajah pada usia tersebut telah mulai terfokus untuk mencegah penuaan, seperti botoks hingga tanam benang.
Baca Juga: Terungkap! Klinik Kecantikan Kebanjiran Pasien Jerawat Hingga Berat Badan Selama Pandemi
Perawatan paling umum dilakukan secara injeksi atau suntikan. Namun, bisa pula dengan mesin ultra terapi walaupun hasil maksimalnya perlu dilakukan beberapa kali.
"Hasil terlihat nyata tapi memang harus continue," ujarnya.
Klasifikasi terakhir khusus untuk konsumen laki-laki. Siapa bilang kaum Adam tak lazim lakukan perawatan wajah?
Menurut Conny, kebanyakan konsumen laki-laki datang ke klinik untuk lakukan perawatan wajah yang berkaitan dengan bekas jerawat maupun membersihkan bulu tubuh.
"Biasanya datang untuk back hair remover. Ada beberapa bulu yang mengganggu di area tubuh bisa Kita bisa hilangkan secara permanen. Juga signature facial dan premium facial karena jerawat di area muka," kata Conny.
Berita Terkait
-
Selama Ini 100 Persen Impor, Kini Indonesia Bersiap Produksi Botulinum Toxin Sendiri
-
Mengenal XERF, Perawatan Pengencang Kulit Terbaru yang Minim Downtime
-
Berapa Lama Hasil Viva Whitening Cream Terlihat? Simak Manfaat dan Ulasannya
-
Tren Perawatan Non-Bedah Meningkat, Ini Manfaat dan Risikonya
-
Cuma Pakai Skincare, Ini Cara Mudah Punya Glass Skin Tanpa Perlu Antre di Klinik
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi